Kesempatan itu datang dan saya tidak menyia-nyiakannya. Kesempatan untuk menyadari adanya perbedaan. Semua tepat pada waktunya, rencanaNya begitu indah. Garis takdir yang mantap sanggup menyadarkan betapa indah dan beragam segala yang diciptakanNya. Oh ternyata karyaNya begitu beda, dan sungguh imaji saya tentang dunia masih cetek. Mungkin perlu lebih pengalaman hidup untuk mencapai taraf kecocokan di antara imaji dangkal dengan kenyataan. Semua berawal ketika saya mengunjungi negeri tetangga. Gaya hidup, waktu, nilai tukar, jalanan, aturan hingga aspal yang berbeda. Semuanya menghasilkan serangkaian pemikiran kembali tentang negeri. Betapa berbeda, betapa indahnya hidup. Tanah yang terbelah birunya lautan adalah tanah dengan kehidupan yang berbeda. Dan kita harus menginjakkan kaki untuk benar-benar mampu merasakan perbedaan itu. Benar-benar berdiri dengan kaki sendiri. Bukit Bintang dan segala keheranan saya. Disana luar biasa. Disana langka roda dua. Disana roda empat ...