Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2013

Bacaan dan Penerimaan Hati

Berangkat dari kepercayaan bahwa semua bacaan memiliki kepribadiannya sendiri, saya merasakan bagaimana kepribadian itu diterima oleh hati sang pembaca. Karena ada bacaan yang begitu diterima di otak tetapi mengganjal di hati. Begitu juga sebaliknya, mungkin.  Bacaan teori-teori yang luar biasa penggunaan katanya, mungkin amat menawan otak manusia. Tetapi, tidak menutup kemungkinan keluarbiasaan itu tidak diterima dengan baik oleh hati: yang apabila diakui secara tulus ikhlas, memiliki kecenderungannya tersendiri. Atau dalam bahasa Islam, fitrahnya.  Namun, seperti yang dikatakan Quraish Shihab, seiring kesibukan beraktivitas duniawi dapat mengaburkan adanya fitrah itu. Pada saat sendirian, merenung dan kondisi benar-benar tenanglah akan terasa bisikan jiwa yang menggugah hakikat kemanusiannya sebagai ciptaanNya.  Begitu juga dengan bacaan. Saking tergila-gilanya, pubertasnya, dengan ilmu pengetahuan modern sehingga dengan ekstrem menutup diri dan hati dari a...

The Misunderstood Religion

Sebagai bagian pembuka - yang ingin memberitahukan - isi tulisan ini, adalah normatif: Suatu ajakan menuju kondisi ideal. Barangsiapa yang sudah menyerah dan tidak mau membuka diri lagi terhadap kondisi ideal tatanan masyarakat, sekiranya dapat mengoreksi keadaan hatinya. Setelahnya adalah hidayah. Yang bisa datang kapan saja, dimana saja.  Entah bagaimana ceritanya, belakangan ini wacana mengenai agama semakin menarik saja. Bukan hanya teologis filosofis dan lainnya, tetapi juga masalah sosiologis dan oportunisnya. Banyak sekali masalah yang berlatar agama: suatu hal yang benar-benar menjadi landasan beberapa manusia untuk menjustifikasi kebobrokan agama.  Tidak apa-apa, karena itu wajar dan objektif.  Tapi, hidup bukan cuma perkara wajar dan objektif. Hidup juga perkara mengetahui dan memahami secara bijak, dewasa dan matang.  Dalam salah satu buku, tersurat secara pedih bagaimana agama sering disalahtafsirkan manusia, bahkan intelektual. Sa...