Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2011

Nobar

Final Liga Champions 2011 mempertemukan dua klub yang berbeda karakter dan filosofi sepakbola. Manchester United dan Barcelona. MU dengan disiplinnya berhasil mencapai final ketiganya empat tahun terakhir. Dan Barca berhasil mengandaskan perjuangan klub lain, termasuk Real Madrid, klub favorit saya. Saya tidak ingin membicarakan kontroversi Madrid-Barca, biarlah itu menjadi urusan media. Final kali ini amat menyedot perhatian para penggila bola. Entah penggila bola karbitan atau sungguhan. Entah glory hunter atau pendukung yang benar-benar setia dan di darahnya mengalir warna klub tersebut. Penggila bola beramai-ramai berkumpul untuk menonton final bersama-sama. Perayaan kejuaraan pun akan semakin meriah dengan menonton bersama. Kali ini saya Nobar, singkatan dari Nonton Bareng (mungkin ada yang belum tahu), di Hanggar Pancoran. Disini, mayoritas pendukung adalah Barcelonistas. Sebagian pecinta Barcelona di Jakarta dan sekitarnya merayakan dua tahunnya IndoBarca. Barcelonista se...

Motor

Tidak akan pernah bisa kuliah tanpa motor. Tidak akan pernah bisa makan tanpa motor. Tidak akan pernah bisa main tanpa motor. Tidak akan pernah bisa pergi tanpa motor. Terdengar berlebihan? Memang. Kata "Tidak akan pernah" tidak tepat digunakan karena terlalu mengagungkan kehadiran si roda dua. Tetapi, sebagai bentuk terimakasih atas kesetiannya, saya menggunakan kata tersebut. Mungkin saja dengan memuji berlebihan seperti itu, motor saya semakin bergairah dan menikmati ditunggangi pemiliknya. Mungkin. Motor mengantarkan dengan sederhana. Tanpa ada musik, tanpa ada pendingin, tanpa ada safety belt, tanpa ada senderan empuk. Motor menjadi dirinya sendiri. Motor yang efektif untuk kehidupan serba cepat seperti Jakarta. Motor tidak menghendaki banyak permintaan. Cukup Premium, buat saya, untuk menjalankannya. Ya tanpa mengabaikan servis berkala tentunya. Sampai saat ini, motor masih menempati peringkat teratas kendaraan favorit saya. Kendaraan yang dapat mengantar denga...

UAS

UAS adalah saat dimana kesibukan bertemu dengan teks-teks penuh konsep. UAS saat dimana belajar secara intensif. UAS saat dimana menemukan kenikmatan belajar. UAS, terutama, mengisi pertanyaan sebaik mungkin (bukan sepanjang mungkin). UAS juga membuat panik. Memang apa pentingnya UAS? Bagaimana ia menjadi momok menakutkan? Bukankah untuk lulus manusia memang harus melewati tahap pengujian? Jangan bertanya pentingnya UAS. Mengenai momok yang menakutkan, bagaimana tidak. UAS menyangkut nilai akhir suatu mata pelajaran. Nilai yang memberi sokongan terhadap IP, Indeks Prestasi yang harus tinggi, idealnya. Betapa puasnya perasaan begitu UAS telah berakhir. Seperti memecahkan sebintil bisul bernama Essay dan tekanan kecurangan bernama nyontek. Kebiasaan menyontek, walaupun sudah berusaha dikurangi, masih sering terjadi. Terutama saat UAS. Saat dimana nilai mata kuliah sangat ditentukan. Mau A, B, atau C? Perasaan tertekan saat hari-hari UAS seharusnya tidak ada. Memang sepanjang men...

Potong

Memiliki rambut gondrong merupakan impian saya sejak lulus SMA. Benci dengan kelakuan para guru SMA yang terus memotong rambut siswanya. Memotong rambut yang pada dasarnya tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar. Rambut yang gondrong, dalam hal ini menghalangi pandangan, dianggap pihak sekolah akan mengganggu konsentrasi belajar. Padahal, banyak siswa berprestasi dengan rambutnya yang dibiarkan tumbuh alami. Lulus SMA merupakan momentum untuk menunjukkan jati diri sesungguhnya. Jati diri yang dikekang oleh peraturan sekolah dahulu. Setahun lebih menumbuhkan rambut hingga rambut tidak terurus pada akhirnya. Rambut gondrong yang merupakan impian berhasil digapai dengan banyak peluh. Gondrong merupakan simbol kebebasan yang paling terlihat secara fisik. Kebebasan berfikir, kebebasan hidup dan kebebasan untuk melakukan apa saja. Menjadi gondrong juga merupakan suatu kebanggaan karena masih bisa. Di luar sana berapa banyak yang rambutnya tidak bisa gondrong karena beberapa alasan. ...

Mental Juara

Mengikuti suatu kejuaraan/perlombaan, terkadang skill yang cukup pun belum memenuhi syarat untuk menjadi juara. Skill yang cukup tanpa adanya mental juara, bagaikan mengasah golok sampai tajam, begitu tajam golok tersebut diserahkan kepada anak balita. Tidak ada mental juara sama saja tidak siap mengikuti kejuaraan itu sendiri. Mengasah mental supaya memiliki mental juara, itu penting disamping mengasah skill juga. Skill + Mental adalah kombinasi sempurna para juara dunia. Para juara memiliki mental yang kuat. Tidak tergoyahkan meskipun dirundung caci maki, diserbu fitnah, diracuni media, dan terkadang dikhianati oleh rekanannya sendiri. Sang juara diuji mentalnya dan terus diasah. Melalui banyak rintangan itulah, mental juara terbentuk. Mental yang "acuh" dan maju terus demi kebaikan diri. Banyak contoh juara yang memiliki mental baja. Karena saya menyukai sepak bola, saya akan memberi contoh salah satu aktor lapangan hijau yang dibanting berapa kali tetap bangkit dan a...

Perayaan

Setiap pemain bola mempunyai gayanya masing-masing setelah berhasil mencetak gol. Selebrasi merayakan keberhasilan, dalam hal ini mencetak gol adalah keberhasilan. Ada yang jungkir balik, menimang anak, mengisap jempol, mencium cincin kawin, dan sebagainya. Selebrasi memperkaya seni dalam sepak bola. Selebrasi juga mengendurkan urat saraf bagi para penonton. Penonton yang terus dibawa dalam atmosfer pertandingan yang panas dan penuh dengan tekel keras, akan sedikit santai dengan adanya selebrasi. Saya sendiri paling suka selebrasi dari Wayne Rooney yang selalu meledak-ledak. Titik kepuasan bermain bola seolah tercapai dan diperlihatkan melalui selebrasi tersebut. Selebrasi mencetak gol merupakan sedikit dari banyaknya perayaan yang dilakukan manusia. Manusia seakan membutuhkan perayaan dalam hidupnya. Contoh lain misalnya merayakan hari ulang tahun. Mengapa ada perayaan hari ulang tahun? Apa yang istimewa? Darimana mulainya perayaan tersebut? Pertanyaan terakhir mungkin paling sulit...

Klakson

Perjalanan di Jakarta, berangkat maupun pulang, hampir bisa dipastikan terdengar hingar bingar pengisi jalanan. Realita tentang kehidupan bersama yang semakin sulit dari hari ke hari. Realita tentang bagaimana masyarakat rela bermacet-macetan hingga berjam-jam lamanya. Realita tentang amukan pengendara sepeda motor yang diserempet mobil. Realita tentang "hausnya" akan kehidupan yang sejahtera di bawah payung ibukota. Juga realita tentang horornya klakson. Klakson itu ada untuk memperingatkan bahwa ada pengendara ingin lewat, atau apalah fungsi klakson yang lain. Klakson bermata dua. Ada klakson yang baik ada juga klakson yang buruk. Ada klakson bijaksana ada pula klakson asal. Di sisi baiknya, klakson amat berfungsi karena dengan klakson pengendara bisa memberi tahu bahwa ada pengendara yang hendak melewati pengendara yang lain. Pengendara tentunya tidak bisa mengandalkan suara yang keluar dari mulut untuk melakukan hal tersebut. Jalanan kota terlalu bising. Dengan klakson...

Get The Beatles

Get The Beatles. Sebuah nama yang diusung para crew acara untuk mengapresiasi karya-karya terindah milik band asal Liverpool tersebut. Acara ini diselenggarakan oleh mahasiswa Sastra Inggris UI dan bertempat di auditorium gedung IX FIB UI. Acara yang sangat menggugah selera para Beatlemania yang haus akan belaian musik-musik klasik ala John, Paul, Ringgo dan George. Acara ini sederhana tetapi sangat memuaskan. Band-band yang mengcover lagu-lagu Beatles terbukti mampu membawakan lagu-lagu dengan persis versi Beatles, bahkan beberapa mengimprove menjadi Blues. Sungguh luar biasa mengingat tiket masuk hanya lima ribu rupiah saja. Dengan lima ribu, bisa menonton The Banery secara langsung. Sayang, G-Pluck tidak tampil. Band yang sangat persis saat membawakan lagu-lagu Beatles. Jelly Tobing, drummer kawakan Indonesia, sempat mengatakan bahwa ada riset yang menyebutkan bahwa lagu The Beatles itu mudah untuk didengar tetapi sulit untuk dibawakan. Memang benar riset tersebut, lagu Beatles...

Aura

Aura Bicara tanpa bergaya Terlihat luar biasa Setidaknya, ketika aku menyapa Aura Selebihnya ini tentang perilaku Perilaku yang menambah nilai keindahan Tak terasa semua mengalun begitu Aura terasa tanpa unsur kesengajaan serta dibuat-buat. Keluar dengan alamiah. Jujur dan tulus dari dalam diri. Sikap dan pendirian yang tidak tergoyahkan beribu senapan. Kekokohan sakti tak terlampaui. Pemanis kehidupan. Sampai saat ini, belum ada yang mengalahkanmu, aura. Bilasan bedak tebal hingga semprotan minyak wangi, sedikit atau banyak, telah membohongimu. Pembohongan yang tidak akan mengindahkanmu sedikitpun. Juga tentang tutur kata. Percuma saja berjalan manis kalau kelakuan sinis. Juga penyakit hati yang kritis. Aura, semoga kau tetap mengindahkan hari. Semoga hadirnya kau, dengan kejujuran dan ketulusan, membuat detik demi detik berlalu dengan sempurna. Selagi bisa berkata, aku mengagumi aura dengan sepenuh hati. Karena aura-lah, jati diri yang tidak tertangkap mata kepa...

Waisak

Hari libur yang menguras tenaga. Perjumpaan setelah lama tak jumpa kolam renang. Juga tentang bermain futsal di akhiran siang. Selamat bagi anda yang merayakan hari raya Waisak. Indahnya bila kita memahami dan menjiwai kehidupan multikultur di Indonesia, negara damai dan indah. Indah juga apabila kita menggunakan kesempatan libur untuk menghabiskan waktu dengan hal-hal positif. Negatif juga boleh asalkan nyaman dan tidak mengganggu orang lain. Sah-sah saja sebagai manusia yang mencari kenyamanan hidup. Apa yang telah terjadi di hari ini penuh dengan makna. Makna bahwa olahraga itu penting. Ketika kesempatan untuk berolahraga itu datang, ambil dan nikmati saja. Jangan ditunda-tunda. Tubuh juga memerlukan gerak, gerak yang mengeluarkan keringat serta memasukkan energi positif dari semesta. Oh ya, satu masukan saja buat anda pembaca. Jika ingin menikmati liburan semi panjang, basmi terlebih dahulu tugas-tugas anda masih menempati tempat tersibuk di pikiran anda. Libur yang benar-be...

Cuti

Cuti itu mempunyai banyak makna, tergantung siapa yang mengartikannya. Bagi sebagian besar mahasiswa yang merasa tersiksa di dunianya, cuti bagaikan angin pembaharu dan penambah waktu untuk melaksanakan hobby. Bagi buruh beda lagi. Bagi guru beda lagi. Bagi wirausahawan swasta apalagi. Cuti bersama yang sangat mendadak. Petir pun kadang memberi sinyal terlebih dahulu sebelum menyambar. Siapa yang memulai wacana cuti bersama ini? Bisa-bisanya yah. Tertolong mentang-mentang Harkitnas, Hari Kejepit Nasional. Sepertinya, hari Senin kali ini adalah hari yang sangat memuakkan apabila aktivitas tetap dijalankan sebagaimana mestinya. Cuti pun bermakna untukku. Waktu bersama keluarga terutama. Menikmati waktu bersama keluarga seharian berjalan-jalan memuaskan batinku. Belanja dan makan ikan hiu untuk yang pertama kalinya dalam sejarah kehidupan. Rutinitas membosankan terhapus sementara oleh cuti, yang belum tentu dinikmati semua orang. Oh ya, ada pertandingan bola apa malam ini? Oh lupa,...

Hoki

Malam. Sekarang saya ingin menceritakan terlebih dahulu tentang tiga bocah yang sedang menikmati permainan sepak bola di tengah kota. Tiga bocah tersebut bernama Relak, Enjo dan Stean. Begini percakapan mereka: R: " Kau tendang lah bola tu ke tiang. Kena tiang tiga kali saja, hebat kau Jo. Angkat topi aku " Enjo menendang. Dan ketiganya membentur mistar dengan indahnya. S: " Wwoww !" R: "A h, hoki ajala tu " Ucapan Relak yang terakhir menggambarkan bagaimana dia belum puas/belum menerima/tidak sanggup melihat kehebatan Enjo. Dia menyebutnya hoki atau untung-untungan belaka. Kasihan Enjo, kita tidak tahu apa dia memang hoki atau tidak. Yang kita tahu cuma ketiga tendangannya membentur mistar dari tiga percobaan. Teddy Sheringham pun belum tentu bisa. Hoki, adalah peristiwa yang dekat dan akrab dengan kehidupan manusia . Untung-untungan yang apabila dicoba lagi maka hasilnya beda, begitulah saya mendefinisikan singkat tentang hoki dalam tul...

Pindah

Hari ini amanahnya telah tuntas. Amanah yang sedari hidupnya terus didengungkan melalui beberapa saudara. Amanah untuk bisa berada dalam satu lubang bersama suaminya. Amanah yang menunjukkan betapa cintanya dia terhadap sosok lelaki itu. Nenek tercinta, yang biasa dipanggil Uti, telah berpindah lokasi peristirahatan jasad. Pemindahan yang terbilang lancar dan sangat menakjubkan. Juga ada beberapa kejadian tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Hanya kuasa Allah yang berhak menjalankannya. Syukur Alhamdulillah, sebagian besar saudara merestui dan datang. Mereka mendukung sepenuhnya amanah tersebut. Amanah yang ditiupkan dari telinga ke telinga. Dari hati ke hati. Peristiwa pindah ini memberikan banyak sekali renungan. Mulai dari yang paling dekat yaitu kematian. Hingga ada suatu keajaiban dalam proses pindah ini. Keajaiban yang tidak akan pernah ditulis disini. Lebih lanjut, seorang ustadz yang kembali memberi sinyal positif pindah ini. Dengan inderanya, ia menangkap yang orang l...

"Kepot"

Kita Penggemar bahkan pemuja aktivitas ya begitu Tak risau belum mandi belum makan Belum pula pukul delapan Pagi bermakna banyak Jalan raya pun begitu Penjara nyata arti berbeda Kau dan aku sama, dipenjara Yah apalah arti penjara Jakarta terlanjur dilabel Aku memang merasa geram Ketika "kepot-kepotan" itu biasa Maaf, ini bukan masalah waktu Juga bukan tentang kepentingan Debu itu kadang menyakitkan Sama dengan kepotanmu, setan! Percuma tunggangi roda empat Juga sekolah hingga lumutan Moral luntur di jalanan Payah sekali kau, hah Bekantan! Sebuah aksi yang menakjubkan di pagi hari yang menyemangatiku. Tak kuasa kutumpahkan disini sedikit ide yang sempat nangkring lama di otakku, yang terbiasa memikirkan si bundar. Kau pikir sendiri-lah bundar yang mana, bebas. Suatu saat, bundar yang kau tafsirkan itulah yang menggelitik untukku. Ingin sekali teriak dari hati yang jujur. Juuuuannncuuuuukkkk!!! Teriakan jujur dan tulus untuk uk...