Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Taktik Modern adalah Tentang Penciptaan Chaos

Sebagai pseudo-analyst taktik sepakbola modern, saya terkagum-kagum melihat pertarungan taktik para pelatih jenius level dunia. Tulisan ini adalah keinginan saya untuk mengamati sepakbola sedari taktiknya, bukan sekedar kehebatan skill para pemainnya. Terinspirasi dari pertandingan terbaik semalam antara Juve vs Bayern, saya akan mencoba menuliskan pemikiran saya atas taktik sepakbola modern. Tulisan ini akan berkelindan di antara kata-kata berikut: Pressmachine, transisi dan Organized Chaos.   (Saya tidak bisa bersantai menonton Juve vs Bayern karena amat menegangkan. Pertarungan taktik, jumlah gol dan perang fisikal disajikan secara bersamaan. Mungkin akan lebih seru dibanding final Liga Champions itu sendiri. Wajib tonton.) Memaksa Chaos di Lini Belakang  Nampaknya taktik ini begitu mainstream belakangan. Melakukan full press hingga titik terdalam pertahanan lawan adalah strategi ampuh untuk mencuri gol, khususnya di menit-menit awal ketika kaki-kaki masih bel...

Debt Based Money

Bagaimana dunia keuangan global berjalan?  Benarkah semua negara berhutang pada satu bank besar?  Benarkah tanpa hutang ekonomi tidak akan berputar?  Pertanyaan-pertanyaan itu masih menimbulkan tanda tanya bagi saya. Untuk memahami bagaimana dunia ini bekerja, pertama-tama penting sekali untuk mencari tahu bagaimana sistem ekonominya, wabil khusus sistem keuangannya. Pemahaman yang baik akan sistem keuangan global saya kira akan memampukan seseorang merancang masa depan dengan jauh lebih baik dibanding mereka yang tidak paham sama sekali.  Ini bukan berarti masa depan hanya terkait dengan keuangan saja. Tetapi, masa depan perlu dirancang dengan pengetahuan keuangan yang memadai. Ya, bukan uangnya yang menjadi penting tetapi pengetahuan akan uang. Inilah yang berulang kali ditegaskan para financial planner kelas wahid dunia, seperti Robert Kiyosaki cs. Jadi, menurut mereka tidak masalah anda tidak memiliki uang sekarang, bahkan memiliki hutang, asalka...

Tentang Riba

Mengenai dosa-dosa yang kasat mata, berkaitan dengan tubuh, dan menjadi bahasan sehari-hari ustadz kampung, umat memang mudah mengenalinya. Dan dengan mudah juga, mungkin mampu menghindarinya. Tapi, perkara yang abstrak bentuknya, bahkan tafsir mengenainya pun masih beragam, bagaimana umat Islam Indonesia (untuk nanti saya singkat menjadi umat) bersikap atasnya?  Sudah banyak sekali tulisan mengenai bahaya dari riba, mulai dari konsekuensi hingga hukumannya yang tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Dan itu amat mengerikan. Saya pernah dengar di radio pagi, seorang ustadz mengatakan bahwa mereka yang menikmati keuntungan hasil riba, di akhirat nanti akan dipersilahkan berperang menggunakan senjata riba mereka melawan tentara Rasul. Wallahu a'lam , tapi saya merinding mendengarnya. Di tengah tingkat kemiskinan dan kerawanan umat yang mengerikan, yang mengherankan adalah wacana yang mengemuka di media sosial belakangan. Umat malah disibukkan, dan mungkin menikmati ta...

Begitu Banyak Yang Belum Tertulis

Ekonomi Islam, Perbankan Syariah, Kapitalisme, Sosialisme Fabian, Demokrasi dari bawah, Otorianisme berbasis Hukum Syariah, dan berbagai wacana lain selalu menunggu untuk saya tuliskan. Tetapi, seperti banyak wacana politik - ekonomi lainnya, saya justru menunggu momentum yang tepat untuk menghadirkannya ke dalam diskursus. Rasanya, saya tidak bisa menuliskan wacana ini dalam lingkungan yang belum mendorong saya ke arah sana.  Saya butuh dorongan, dan merasa memiliki target yang amat spesifik untuk menghasilkan sesuatu. Not enabling enough . I need supportive environment, and that's why i need to continue my study as fast as i can. Hopefully it will be all about Islamic Economics.