Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2011

UTS

Ketika fokus meningkat tajam dan seakan tidak ada waktu untuk main-main. Sulit sekali lepas dari bahan bacaan. Ketika sedikit saja tanya, tetapi luber penjelasan. Kita memang cerdas. Ketika banyak permainan kesan. Kata tinggal kata ketika nilai mengungkap beda. Ketika inspirasi begitu mahal di tengah buntunya pemikiran.  Ketika kelas terasa berbeda dengan tenangnya. Ketika saya bisa membenci sekaligus menikmatinya. UTS: Ujian Teramat Sakti.

Sebrang

Yang kasihan siapa sebenarnya? Penyebrang jalan atau pengendara motor? Belakangan saya memikirkan pertanyaan ini terus-menerus.  Saya pengendara motor yang akrab dengan berbagai tipe penyebrang jalan. Banyak tipe mereka saya pahami dari cara mereka menyebrang, ada yang gugup, tenang, sok tenang, bodoh, nekat, cari mati, dan banyak lainnya. Yang saya tak habis pikir adalah mereka yang nyebrang dengan santainya (bisa dibilang dilama-lamain ), padahal mobil dan motor sedang kencang-kencangnya. Saya tahu bagaimana rasanya ingin nyebrang dengan cepat, tetapi motor dan mobil tak kunjung berhenti. Mungkin gara-gara itu, penyebrang "balas dendam" dengan berlama-lama di tengah jalan. Lalu, apa rasanya kalau tiba-tiba rem blong? Atau pengendara motor ngerem mendadak lalu terpelanting jauhnya? Yang kasihan siapa? Yang bodoh siapa? Kecelakaan bisa terjadi kapan saja. Saya mendengar beberapa anggapan bahwa yang seharusnya "mengalah" adalah pengendara bermotor. Intinya, ...

Milik

Saya sadar, saya tidak pernah memiliki apa-apa. Sempurna sudah kepemilikan itu. Jelas bagi kaum-kaum tertentu. Pertanyaan baiknya dan harusnya memang terus bergulir, untuk apa itu hak milik. Karena jelas, tidak ada kepemilikan total. Salah langkah sedikit dapat membuat hati congkak, tak siap. Rendah hati juga bukan obat utama. Kesadaran itu yang penting.  Hampir semua senang memiliki apa yang dibutuhkan, diinginkan. Saya juga begitu, dengan beberapa ketentuan dan artian. Tetapi, suka tidak suka, Dia maha Kuasa. Mudah memutarbalik. Hidup akan menjadi lebih hidup apabila misteri tidak statis, tetap mengalir deras melewati riangnya hari. Alangkah sedapnya.  Bersyukur dan ikhlas terkadang merupakan ilmu tersulit. Jauh lebih sulit ketimbang matematika dengan hitung-hitungannya itu. Apalagi dengan pengaruh-pengaruh luar sana, kadang memaksa diri melewati batas. Sombong, angkuh, merasa benar sendiri. Penyakit hati punya obat yang berbeda, dengan takaran tertentu. Juga ta...

Begitu

Kuawali pagi dengan sugesti Hari akan penuh dengan cinta Aku tak bisa bohongi lagi Kukagumi sekali damai ini Lalu dengan mantap hadir Kehausan akan adanya penyejuk Ini antara aku dan kamu Yang menggumam pelan merindu Siang pun datang dengan rintik hujan Manis, sungguh membuat lupa Lalu kita hampir saja, hampir Melukai makna rencana Aku tak mengerti betul semesta Tapi sadar, ya sadar Kamu juga, sama saja Memilih diam dan pasrah dengan caramu Kita berdua tahu Debu jalanan mengepalkan tangannya Dan rintik hujan semakin memihak Suasana berubah dan kita tetap tertawa Mungkin aku yang tak bisa Berbuat seenak-enaknya abaikan berbagai kemungkinan Tapi mengapa kau malah seenak-enaknya Kesana kemari ikut irama cinta Sejenak kau duduk termenung Menanti penuh arti Resah aku melihatnya Lalu kita bercanda, tertawa, mencinta Hujan tak kunjung reda Kamu berhenti tak terima Aku tak sanggup memaksa Hari ini kita tanpa pola, ...

Sadar

Baru tersadarkan, betapa tidur malam yang nyenyak itu suatu nikmat. Tidak pernah terbayang sebelumnya bagaimana hari akan dilalui tanpa cukupnya istirahat di malam hari. Hari begitu berat dan melelahkan. Hari tidak mengijinkan untuk beraktivitas sepenuh hati.  Baru tersadarkan, betapa menonton TV setengah/satu/dua jam di siang hari itu meneduhkan. Siang hari akan menjadi bos yang jahat apabila terus-terusan dengan halus mendekap tubuh dalam aktivitas yang itu-itu saja. Aktivitas yang melelahkan imaji.  Baru tersadarkan, betapa mendengarkan musik berirama cepat itu adalah kebutuhan. Beberapa waktu, dentuman drum yang beradu manis dengan lengkingan vokalis dan distorsi gitar menjadi penawar yang betul-betul tidak dimiliki orang lain. Tidak dijual. Dimanapun. Dan masih banyak lagi. Aktivitas baru selalu saja memenangkan porsi dalam hal membawa tubuh dan pikiran bergerak. Kadang, ini menjemukan. Tapi, ini keharusan. Sayang sekali, sungguh. Terkerangkeng di dalam a...