Jakarta
Di hari ulang tahunnya, Jakarta terus berbenah sekaligus merusak. Jakarta masih bingung berada pada fase mana dalam kehidupan: Ia siap lepas landas menuju megapolitan sekaligus takut dengan berbagai tantangan di dalamnya. Ia juga masih dipenuhi masalah sosial. Sebagai kota, Jakarta masih terus berbenah dan berbenah. Tidaklah sulit untuk menemukan keanehan di Jakarta. Yang terutama dan mudah dilihat adalah masyarakatnya yang terdiri dari berbagai kelas. Atas yang atas sekali tidak manusiawi, menengah yang apatis dan ngehek , dan bawah, yang bahkan hidupnya dari belas kasihan orang lain. Dari ketiga kelas ini, kelas menengah adalah kelas yang banyak omong dan sabodo teuing . Mereka apatis, tapi kritis. Kritis tapi apatis. Entahlah, kelas menengah tidak pernah berhenti mengkritisi sekaligus mempertanyakan segala sesuatu yang tidak berkenan dengan jarangnya solusi. Pokoknya, yang terenak buat kehidupan, yang ternyaman yang termewah dan segala-gala yang ditawarkan dunia dengan kenikmatan...