Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

Berdiri di Punggung Motivator Besar

Belakangan, saya sering membaca buku-buku pengembangan diri. Menyenangkan rasanya baru membaca jenis buku seperti ini sekarang, setelah membaca teori sosial yang mulai menjemukan. Saya seperti menemukan dunia yang baru, bahasa yang baru, ranah yang baru dan hikmah yang baru pula. Saya masih percaya, di setiap perkembangan usianya, manusia memiliki kebutuhan pembacaannya tersendiri. Saya tidak mau telat untuk mengetahui rahasia-rahasia kehidupan yang dimiliki orang-orang hebat dalam sejarah peradaban.  Uniknya, orang-orang hebat itu selalu memiliki kebijaksanaan yang berbeda satu sama lain... Saya tidak menerima begitu saja fakta sosial di social media yang seringkali menjelek-jelekkan profesi motivator. Tidak ada kebenaran di social media. Buat saya, menjadi motivator merupakan profesi yang mulia. Bagaimana tidak, motivator merupakan peneliti, penulis, pembicara dan pendengar sekaligus. Dalam diri mereka, hidup seorang Sosiolog, Psikolog, Budayawan dan Ulama. Kalau tidak ...

Mentalitas Instan

Agaknya, manusia modern tidak ada yang tidak setuju dengan konsep-konsep percepatan. Percepatan menjadi kebenaran tersendiri bagi kita yang tidak lagi betah dengan konsep menunggu. Kalau tidak percaya, lihat saja apa yang dilakukan mba/mas di halte atau stasiun lain. Menunggu bus atau kereta datang rasanya lama sekali. Sebagai jalan keluar, mba/mas tersebut memilih menunduk, dan setelahnya adalah social media . Sudah banyak sekali rasanya yang berkomentar tentang mentalitas, pelarian, dan apapun yang sifatnya instan. Saya teringat bacaan Tony Robbins di bukunya, Awaken The Giant Within. Dalam bukunya, ia menyatakan bahwa masyarakat modern rasanya kebingungan menentukan mana yang pleasure , mana yang pain . Pain dan pleasure dimaknai dengan salah. Misalnya, ketika sedih, mentalitas instan yang butuh jalan keluar itu memilih untuk bermain play station atau makan junkfood . Ajaibnya, kesedihan pun hilang! Padahal, kata Robbins, ini adalah kesalahan kepercayaan/ belief . Dengan memil...