Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2011

Reaksi

Ada aksi ada reaksi. Hukum alam telah menunjukkan dengan gamblangnya. Kesadaran sebagai manusia untuk bereaksi atas suatu aksi merupakan hal yang alamiah terjadi. Semua memang begitu hukumnya. Perguruan Tinggi Negeri adalah tempat dimana siswa-siswa se-Indonesia ingin melanjutkan pembelajarannya, dan meningkatkan "kasta". Dari siswa menjadi mahasiswa. Siswa-siswa itu banyak, sedangkan Perguruan Tinggi Negeri itu (bisa dibilang) sedikit. Kesempatan masuknya pun tipis karena memang banyak peminatnya. Disebabkan kesempatan untuk masuk yang tipis, siswa-siswa harus berjuang menjadi yang terbaik di antara yang terbaik. Dan saya melihat banyak reaksi yang bermunculan terhadap status "diterima" atau "ditolak" Perguruan Tinggi Negeri. Saya lihat sebagian ada yang menyesal. Menyesal karena belum mengeluarkan kemampuan terbaik. Dan berjanji akan mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam jalur masuk lainnya. Wajar saja dan menurut saya bagus, semangat akan ter...

484

Lika-liku manusia dari mana-mana. Tempat yang memiliki sejuta rasa. Kota dengan jiwanya. Kota dengan keangkuhannya. Kesaktiannya. Kecurangannya. Kemunafikannya. Kota kelahiran, tempat menuntut ilmu, arena bermain, lahan berdagang, sarana rekreasi, ruang tertawa, studio kehidupan. Kata tidak sanggup menggambarkan. Hanya bisa merasakan. Lengkap dan detil. Semua, sedari dulu. Semua, yang berbeda. Beda dan tak akan pernah kembali. Juga tak akan pernah mati.  Cintaku belum bisa kutunjukkan. Malah saban hari kulepaskan emosiku. Atas dasar polusi, panas, macet, polusi, macet, macet, emosi. Ledakan-ledakan perasaan kutuangkan di atas tanah yang kering. Hinaan, entah telah berapa kali. Sampai cape pun. Sampai kering tenggorokan. Sampai sakit kepalan tangan. Candaan, perayaan, bahkan bantuan, tidak kumaknai lagi. Jadi biasa di tengah keganasan. Aku semakin miris. Miris karena aku yang saban hari memaki. Memaki namun tidak memberi. Memaki diri sendiri. Apapun, bagaimanapun, kapan...

Batas

Baru-baru ini, saya mendengar dari kedua orang tua saya bahwa ada salah satu pekerja yang meninggal di Malaysia. Entah apa penyebabnya, saya tak begitu memperhatikan. Yang saya tahu hanyalah sebatas ada seorang pekerja yang meninggal. Saya tidak tahu namanya, bentuk wajahnya, sifatnya apalagi hobinya. Seorang pekerja tersebut meninggalkan beberapa kerabat/keluarga. Dan saya pun kaget ketika diceritakan lebih lanjut bahwa kematiannya justru disyukuri oleh sebagian keluarganya. Mendengarnya pertama kali saya merasa ada yang ganjil. Aneh tapi nyata. Masa sih, ada seorang dari suatu keluarga yang meninggal malah disyukuri?  Selidik punya selidik, berangkatnya pekerja tersebut untuk bekerja di Malaysia memang sangat dianjurkan keluarganya. Saya mendengar sedikit dari Ibu dan mengira-ngira bahwa pekerja tersebut sewaktu di Indonesia sering mengancam akan membunuh keluarganya. Dia stress. Dan keluarganya tentu mendukung kepergiannya (yang malah menjadi selamanya) ke Malaysia. Sam...

Teman

Berada di tengah teman-teman yang mendukung adalah suatu kesenangan dan kenikmatan. Banyak pelajaran hidup dapat dipetik dari teman. Apalagi teman dekat. Semakin baik teman terdekat, semakin baik diri. Semakin buruk teman terdekat, belum tentu semakin buruk. Tergantung bagaimana menyikapi hubungan pertemanan itu sendiri. Walaupun menurut kebiasaan, maka semakin buruk pula diri. Tapi api tak selalu dapat membakar. Hidup tak sesempit tentang kebiasaan. Teman-teman yang memberi pengaruh, baik pengaruh ideologi, mental, pergaulan, serta sikap menghadapi hidup, akan membentuk pribadi seseorang dengan perlahan. Betapa banyak mereka yang berubah karena mengikuti kemauan teman. Saya tidak mengerti bagaimana hal ini terjadi. Mungkin perasaan-perasaan seperti tidak diakui keberadaannya, diacuhkan, dianggap kuno, dilabel culun, adalah sedikit sebabnya. Atas dasar perasaan seperti itu seseorang berubah, karena teman. Padahal, perasaan-perasaan itu tidak akan membunuh. Atau jangan-jangan peras...

La mémoire

Di malam yang suntuk itu saya teringat akan kenangan. Kenangan indah, manis, lucu, idiot, muak, sakit, ceria, tertawa, bersama. Malam telah berhasil mengantarkan saya melewati satu per satu gerbang masa lalu yang menyimpan ceritanya. Sampai lupa berapa lamanya, karena memang nikmat mengingat kenangan itu. Saya bertanya-tanya, sesungguhnya apa hubungan antara kenangan dengan hari ini? Mengapa pada hari ini muncul kenangan hari itu? Tanda-tanda apa yang coba menjerumuskan saya? Dan satu pertanyaan terakhir, kenangan itu membuat senang dan akhirnya menyenangkan atau justru malah menyakitkan? Jika terlintas sedikit saja kenangan masa lalu, sebisa mungkin saya mencoba menikmatinya. Menurut saya, hal itu alamiah. Tak perlu dibuat pusing. Entah bagaimana cara menikmatinya, terserah. Yang penting, coba untuk berdamai dengan kenangan itu. Bukankah justru sebaliknya: bila kita memerangi kenangan masa lalu agar tidak mengingatnya, yang ada malah kenangan itu terus-terusan menghantui? Ken...

Harapan

"Selamat ulang tahun ya, semoga sukses!" Ucapan seperti itu sangat sering kita dengar. Entah di dunia maya macam Facebook, SMS, Twitter maupun ucapan nyata. Langsung di depan kita. Harapannya semoga orang yang berulang tanggal dan bulan kelahiran sukses. Saya sendiri bingung menafsirkan sukses apanya. Ya pokoknya sukses segala-galanya, baik dunia maupun nanti di akhirat.  Sungguh mulia perkataan itu, walaupun terdengar membosankan. Bagaimana tidak, tiap tahun ucapannya itu-itu saja. (Bukan bermaksud menjelek-jelekkan kata sukses, saya juga manusia biasa yang ingin diucapkan dan didoakan sukses hidupnya) Mulia karena kata sukses seperti ucapan dan doa yang terbaik dari seorang sahabat/teman/keluarga dan lainnya. Walaupun banyak juga yang mengharap secara gila-gilaan, realistis dan "membumi". Salah satunya adalah " Semoga enteng jodoh ya".  Ucapan yang santai, penuh dengan harapan dan menurut saya, jelas maksudnya. Tidak seperti sukses yang terlal...

Me Against The World

Saya ingin menulis sekali jalan dan tidak ada editan pada tulisan kali ini. Ini bisa dibilang pengalaman tidak mengenakkan. Walaupun tidak mengenakkan sekali, tetap saja ada rasa mengganjal di hati. Saya kesal dan tidak tahu mengapa bisa begini. Apa pengaruh dosa? Apa pengaruh karma (yang kadang saya percayai kadang tidak)? Apa pengaruh kota yang saya diami merupakan kota keras? Saya tidak tahu dan biarlah saya tetap tidak tahu. Kalau saya tahu maka tulisan ini tidak akan pernah ada. Perasaan semua orang di luar marah, kesal, tidak suka, dan terkesan memusuhi saya hinggap di siang hari. Dalam perjalanan menunggangi motor, saya tidak mengerti beberapa orang yang saya lewati begitu sinis memandang, kejam, padahal saya yakin tidak ada yang salah dengan penampilan saya yang biasa-biasa saja. Motor saya juga tidak aneh, cuma ada tempelan stiker INDONESIA-nya di bagian belakang. Tapi ini bukan hal biasa bagi saya. Me Against The World! Dunia seakan memusuhi saya. Atau justru saya memus...

Operasi

Seumur hidup, operasi adalah kata yang aneh sekaligus menakutkan bagi saya. Operasi itu menyakitkan, tapi menyembuhkan. Sungguh aneh. Istri seorang ustadz mengalami pendarahan, dan kandungannya pun terancam gugur. Sedih sekali mendengarnya ketika ia harus dioperasi. Operasi dalam bayangan saja menakutkan, bagaimana aslinya? Perut "didedel doel", jarum suntik yang runcing menyakitkan, dan segala bau maupun wangi ruangan operasi. Saya tidak suka itu semua.  Mendengar kabar tersebut membuat bayangan tentang masa lampau operasi kembali hadir. Walaupun sebentar namun cukup mendebarkan dan sulit dijelaskan. Ingin rasanya melewati waktu operasi dan kembali dalam keadaan normal. Operasi itu adalah sunat. Bagi saya itu operasi, walaupun kedengarannya berlebihan. Banyak sekali peralatan dokter yang serba canggih digunakan, demi mengurangi rasa sakit dan lebih cepat pelaksanaannya. Sungguh saya benci sekali semua yang berbau operasi.  Saya beruntung menjadi laki-laki, yang ...

Perubahan

" Oh everybody's changing and I don't feel the same" Petikan lagu Keane - Everybody Changing. Favorit saya saat SMA dahulu, yang hanya memperhatikan indahnya nada dan menghiraukan makna yang ingin disampaikan pencipta lagu tersebut. Alunan piano khas Keane cukup mendamaikan bila didengar setelah belajar Matematika, terutama Integral. Juga suara lembut vokalisnya. Jarang ada band seperti Keane. Terima kasih ya Allah, Engkau kirimkan orang-orang tersebut dengan mahakaryanya. Dan kenangan mendengarkan lagu Keane kembali muncul malam ini. Ketika saya cuma berdua bersama teman saya, yang amat faham segala tentang The Beatles, dalam situasi santai menggenjreng sebagian lagu-lagu Beatles. Berbeda seperti saat SMA, kali ini saya mencoba untuk mengetahui lebih dalam makna dari lirik-lirik Keane tersebut. Semua berdasarkan penafsiran pribadi, tanpa mencoba melihat makna lagu tersebut versi orang lain. Sungguh berdasarkan penafsiran pribadi. Perubahan, bagaimanapun ...

Kolam Renang

Masih bisa berenang di kolam renang itu nikmat. Nikmat selain kenikmatan berenang, juga memiliki waktu santai ketika beristirahat sejenak di pinggiran kolam. Saat beristirahat inilah, yang menurut saya, menimbulkan imaji-imaji tentang masa lalu, masa depan, dan segala imaji yang benar-benar tak terpikirkan sebelumnya. Entah karena apa, imaji tersebut muncul mendadak. Dan saya pun mengalaminya cukup sering, terlebih ketika melihat indahnya awan senja. Seperti tadi sore. Kolam renang juga memiliki kisahnya sendiri buat saya. Sejak kelas 4 SD tepatnya kisah itu bermula, ketika les renang seakan menjadi kewajiban. Entah mengapa, dimanapun kolam renangnya, perasaan untuk terus melihat ke awan selalu muncul. Seakan saya berenang karena ingin melihat keadaan dan bentuk awan. Bukan untuk tujuan-tujuan lainnya.  Berada dalam kolam renang juga menghadirkan sensasi yang tidak bisa dirasakan dimanapun. Sensasi santai, rileks dan aneh. Selalu ada perasaan aneh ketika berenang. Aneh kar...

Merdeka

Saya artikan merdeka adalah bebas dari penindasan, pemaksaan, pembangkangan, dan segala hal yang bersifat mengekang. Kalau belum merdeka ya berarti belum bebas dari itu tadi. Masih ada ikatan/halangan. Masih ada bintil-bintil, belum bersih merdekanya. Seharusnya ya merdeka. Merasa bebas melakukan apa saja, dengan tanggung jawab tentunya. Saya tidak mengerti banyak dan sampai batas mana sesungguhnya merdeka itu. Termasuk memerdekakan perasaan, pikiran hingga batin. Tak sedikit manusia di Indonesia, mungkin juga di Albania, Ceko, Etiopia, dan belahan bumi lainnya, yang mengalami pembatasan terhadap merdeka itu sendiri. Pikiran-pikiran merdeka nan liar banyak dicekal atas dasar norma dan nilai. Yang melanggar norma, yang dihukum. Pikiran/ide memang terkadang lebih berbahaya dan bersifat mengajak seseorang untuk hidup bersamanya. Saya tidak begitu fokus pada kemerdekaan pikiran pada tulisan ini.  Menurut pengalaman saya, banyak teman sebaya yang mengalami pembangkangan terhada...

Sama

Entah dimana kaki berpijak Terasa, namun berbeda Kuakui, diri ini kurang ahli mainkan waktu Matikan lampu sejenak tidur damai Rancu jangan kau pergi Atau biarlah kau pergi Asal acak jangan mengikut Aku ingin acak disini Berapa lama menunggu satu Kadang, hidup melenceng jauh dari sasaran. Bukan hidup, kenyataan. Fakta. Realita. Jangan disesali. Itu tidak akan mengurangi beban. Kembali pada tempat biasa. Biasa dicerca. Biasa dihina. Biasa santai. Biasa nyanyi. Satu detik itu berharga. Maka kuhargai. Satu menit itu biasa. Satu jam itu menyiksa. Satu hari itu membohongi. Lewat mana kubawa jerigen kebohongan ini? Kanan ada jerigen kejujuran Tengah ada batu perasaan Kiri jarang ada hambatan. Tapi aku tak berani. Yogya. Kerinduan terhadapmu. Suasanamu. Auramu. Seksimu. Dahsyatmu. Ingin semena-mena terhadap kehidupan Mana sarinya? Mana intinya? Jus Apel. Nikmat namun berat Santai namun lunglai Sama namun kita Sama-sama makna. Sama-sama pe...

SIM

Surat Izin Mengemudi merupakan lisensi resmi dari pemerintah kepada pengendara kendaraan bermotor. Tanpa SIM maka belum dapat dibilang pengendara resmi. Sekedar pengendara ilegal, pahitnya begitu.  Selama ini saya menjalankan roda dua tanpa SIM. Entah dorongan mana yang begitu kuatnya. Dorongan idealis seorang ayah atau dorongan malas mengurus SIM. Dorongan untuk tidak membuat SIM semakin menggebu-gebu karena ayah saya suatu ketika berkata " Udah gak usah bikin SIM. Kalo ketilang kasih aja gocap. Setaun sekali paling ." Bagaimana mungkin, sejak saat itu saya semakin malas membuat SIM. Ditambah dengan lokasi pembuatan SIM yang jauh dan birokrasi yang ribet dan bertele-tele. SIM semakin buruk citranya di mata saya. SIM pun tidak akan menjamin saya bebas dari kecelakaan. SIM cuma sebagai bukti keabsahan saya bahwa saya mampu mengendarai kendaraan bermotor. Bukti itu ada berdasarkan tes-tes (ya semua tahu, tes nya pun tidak semuanya fair, ada "jalan lain" disan...

Basasi

"Hey Bro, apa kabar? Baek?" "Alhamdulillah baek" Sedikit pembuka percakapan yang sering terjadi. Basa-basi agar suasana mencair. Ice breaking. Kadang cape juga mendengar pembuka percakapan itu-itu saja. Kenapa tidak mencari basa-basi lain yang lebih seru? Yang lebih lucu? Basa-basi yang cerdas dan benar-benar mengena terhadap situasi pembicaraan.  Atau jangan-jangan, kesehatan merupakan hal utama yang harus ditanyakan? Sampai-sampai yang ditanya kabar terus. Saya membayangkan basa-basi dengan kata yang lain, ya seperti ini: "Woi, juara sembilan kali Liga Champions siapa?" "Eh, muka lo berubah. Keliatannya lesu. Bokek bos?" Wah pasti seru sekali basa-basi seperti itu. Basa-basi yang beda. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan basa-basi menanyakan kabar. Itu baik dan menunjukkan kepedulian. Tetapi, bukannya manusia cepat bosan? Saya sih begitu. Termasuk basa-basi. Ada beberapa disana yang tidak menyukai basa-bas...

Balapan

Mengendarai mobil dengan kecepatan tidak biasa merupakan kesenangan batin bagi mereka kaum pecinta drag race . Tak peduli nyawa, adrenalin naik turun adalah bentuk kepuasan. Ngebut sampai 200km/h adalah hal biasa. Lebih dari itu juga sering. Mobil mendukung, mental mendukung, apa lagi? Balapan. Saya tidak tahu dimana letak kepuasan itu karena memang tidak pernah melakukannya. Atau saya terlalu penakut. Atau saya sayang nyawa saya yang cuma satu. Atau saya tidak punya waktu untuk melakukannya. Yang jelas, sejauh ini saya belum merasakan kenikmatan balapan . Kenikmatan yang dilakukan pada tengah malam saat sebagian jalanan Jakarta sepi-sepinya.  Tontonan gratis di tengah kota tersebut adalah bentuk bagaimana Jakarta di satu sisi sangatlah "wah" kehidupannya. Balapan menghabiskan bensin, butuh perawatan mesin, dan banyak keperluan untuk menunjang balapan tersebut. Bukan orang-orang sembarangan yang berani balapan. Butuh duit juga mental yang tidak biasa. Balapan untuk k...

Liburan

Libur telah tiba. Mau apa mau apa? Kemana kemana? Dimana dimana? Iya. Libur telah tiba. Teman-teman lama, mari berjumpa. Mari bersukacita. Mari berfutsal ria. Mari melepaskan diri sejenak dari kejenuhan aktivitas. Mari main-main seperti dahulu. Seperti perjumpaan tiap hari setelah duduk berapa jam di kelas yang itu-itu saja. Perjumpaan yang dimana saja, kapan saja. Asalkan kita berjumpa, kita sukacita. Kita tertawa. Libur telah tiba, teman-teman cerdas, mari kita diskusi. Kalau bisa jangan yang berat-berat ya. Kalau bisa yang enak dibahas dan perlu. Jangan sok-sokan lah diskusi yang berat-berat. Yang ringan yang seru dan asik itu kan nikmat. Ya terserah sih, tapi selama bisa ringan dan berguna, yang ringan saja dahulu. Libur telah tiba, kerja gak ya? Atau lebih baik tidur di malam hari dan bangun pagi seperti masa kecil dulu. Pagi bisa baca, bisa belajar, sore bisa bermain, menjelang malam ya tidur lagi. Sebenarnya bukan rencana yang buruk sih, tapi kurang pas saja. Tapi k...