Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Jawaban Itu Bernama Jamie Vardy

Sudah lama saya menunggu kedatangan tipikal striker seperti Jamie Vardy. Cepat, mandiri dan tajam. Ia bisa menggiring bola sendirian dari break yang sungguh secepat kilat. Striker sepertinya tidak butuh gaya bermain yang lambat layaknya Barcelona ataupun Bayern Munchen: Ia hanya butuh satu atau dua sentuhan (mungkin ia tidak betah tiga kali menyentuh bola) untuk menembak ke gawang. Ia seperti tidak peduli apa yang akan terjadi kemudian. Kalau gol syukur, kalau tidak pun syukur. Yang penting, menghasilkan tembakan. Apa yang terjadi kemudian biarlah terjadi.  Inilah yang perlahan hilang dari striker sepak bola modern.  Mereka terlalu banyak menunggu. Menunggu momentum agar memastikan bola yang ditembaknya berhasil masuk ke gawang. Memang, ini memperbesar peluang secara akurasi, tapi tidak secara momentum. Dan momentum inilah yang mahal dalam sepak bola modern yang penuh dengan pressing ketat. Vardy adalah salah satu favorit saya, di samping Luis Suarez yang saya benci k...

Cari dan Temukan Passionmu Adalah Gagasan Usang

Sudah tak terhingga jumlah motivator yang dengan omong kosongnya memberikan ceramah akan pentingnya passion dalam bekerja. Omong kosong, totally bullshit. Beberapa omong kosong memang lebih mudah populer di era banal sekarang ini. Jangan mudah percaya bahwa menemukan passion, lalu anda akan begitu saja berkembang dan bahagia. Tidak sesimpel itu.  Bukanlah menemukan passion itu sendiri yang penting, tapi merasakannya. Passion bisa berganti bergantung mood, apalagi generasi sekarang adalah generasi moody. Hari ini bisa passion sekali mengerjakan sesuatu, esoknya belum tentu. Hal inilah kritik terbesar bagi penganut passionism . Yang lebih penting adalah merasakan adanya passion, feeling passionately . Perasaan ini haruslah terpuaskan oleh pendapatan yang memadai, lingkungan kerja yang asyik dan jenjang karir yang jelas.  Bayangkan mengerjakan passion anda tanpa melihat konteks di balik passion itu. Gaji/pendapatan anda tergolong laughable , lingkungan kerja tidak asyik ...