Sepakbola
O, sepakbola kurang menarik belakangan. Salah satu alasannya adalah karena begitu kuatnya keyakinan bahwa Madrid sengaja mengalah dari Muenchen kemarin. Madridista seperti saya dapat melihat banyak kejanggalan dalam pertandingan seperti itu. Juga dari luar pertandingan. Namun, bukan sepakbola namanya kalau berhenti menarik hati. Sepakbola bukan lagi permainan, ia merupakan kehidupan itu sendiri. Artinya, bukanlah kehidupan tanpa ada sepakbola. Sama dengan tangis perempuan, tidak ada kehidupan bila tidak ada tangis perempuan. Saya hanya berada pada titik dimana saya merasa bosan berkutat dengan kehidupan akademis. Apalagi penelitian, yang sistematis itu. Memuakkan sekali rasanya tidak bisa keluar dari ikatan (o ada yang tidak setuju mungkin dibilang ikatan) berkedok positivistik ini. Alasan mengapa saya sampai sekarang tidak memberi atensi berlebih pada gaya berpikir sistematik, saklek, linear. Monoton. Dan saya tahu apabila saya bosan, musik dan sepakbola ...