Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Phobia Itu Lebih Dekat Dari Urat Leher

Ada suatu penyakit modern, semacam phobia mereka menyebutnya, yang begitu berbahaya. Ia dekat dan hadir setiap hari. Namun, sejauh ini, nampaknya belum ( atau berpura-pura belum) kita sadari. Penyakit ini banyak menjangkit mereka dari kelas menengah terdidik yang akses internetnya luar biasa. Saking luar biasanya, mereka memilih internet sebagai partner kehidupan yang tidak mungkin mereka lepaskan. Di dalamnya, mereka berlomba-lomba menampilkan jati diri terbaik di internet, seakan-akan, tidak ada lagi tempat bagi mereka meluapkan identitas mereka. Mereka perlu untuk disebut keren, gaul, asyik, smart, dan berbagai atribut khas anak muda yang modern lainnya. Memang tidak ada salahnya, kata mereka.  Sampai mereka sadar, ada yang mengganggu kepuasan batin mereka sendiri. Pernahkah ada teman atau saudara anda, yang begitu cemas dalam interaksi tatap muka langsung? Gambarannya, ia seakan-akan tidak diberikan kemampuan oleh Tuhan untuk menatap lima menit saja mata lawan bicaran...

Kemungkinan di antara Ketidakmungkinan Waktu

Bagi manusia, waktu pasti berlalu. Hari-hari berganti begitu saja. Mungkin lepas dengan tenang, memuaskan sekaligus nostalgik. Mungkin juga terlewatkan sia-sia, penuh penyesalan dan amarah. Lalu, semua itu terhitung menjadi bulan, menjadi tahun, menjadi puluhan tahun yang membuatnya sebagai kumpulan kehidupan yang sempurna.  Tapi sadarkah, bahwa, manusia-manusia yang sama itu, membunuh kemungkinan-kemungkinan bentuk hidupnya yang lain. Setiap harinya, ia memilih untuk melakukan kehendak yang, bisa saja, memaksanya maupun ia pilih dengan sukarela. Dibalik pilihan berkehendak itulah tersimpan kemungkinan bentuk hidup yang lain, yang datangnya dari masa lalu dan tertinggalkan dengan damai, yang tidak pernah ditengok kembali. Dibalik pilihan berkehendak itu pula terkandung masa depan yang menanti dengan tidak sabar: seakan hidup hanyalah tentang imaji masa depan yang indah ataupun suram, dan tidak ada di antaranya. Waktu tidak memungkinkan manusia untuk hidup lebih dari sekali...