Ramadhan dan Kenangan Masa Kecil
Begitu banyak yang sedih, atau sekedar nostalgik, begitu Ramadhan datang menghampiri. Bisa kita lihat secara langsung maupun online pengakuan-pengakuan mereka yang sedih karena Ramadhan datang. Bila masih belum dapat feelnya , sila putar kembali lagu-lagu Haddad Alwi, yang mengiringi Ramadhan anak-anak bocah se-Nusantara generasi 90-an seperti saya. Bagaimana rasanya? Memang, upaya itu terlalu generalisir situasi Ramadhan. Tapi, kurang lebihnya ada yang merasakan sama dengan saya bahwa hanya dengan mendengar lagu-lagu religi, maka memori akan momentum itu akan muncul dengan sendirinya. Dan kita hanya bisa tersenyum, betapa waktu dan momentum yang tidak abadi itu telah berlalu meninggalkan semuanya dengan jejak perasaannya masing-masing. Mengapa Ramadhan nostalgik? Adalah pertanyaan yang saya coba perjelas disini. Banyak yang menjawab karena kebersamaan itu tidak ada lagi. Apapun itu kebersamaannya, bisa kebersamaan keluarga (ini yang paling penting), kebersamaa...