Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Ramadhan dan Kenangan Masa Kecil

Begitu banyak yang sedih, atau sekedar nostalgik, begitu Ramadhan datang menghampiri. Bisa kita lihat secara langsung maupun online pengakuan-pengakuan mereka yang sedih karena Ramadhan datang. Bila masih belum dapat feelnya , sila putar kembali lagu-lagu Haddad Alwi, yang mengiringi Ramadhan anak-anak bocah se-Nusantara generasi 90-an seperti saya. Bagaimana rasanya?  Memang, upaya itu terlalu generalisir situasi Ramadhan. Tapi, kurang lebihnya ada yang merasakan sama dengan saya bahwa hanya dengan mendengar lagu-lagu religi, maka memori akan momentum itu akan muncul dengan sendirinya. Dan kita hanya bisa tersenyum, betapa waktu dan momentum yang tidak abadi itu telah berlalu meninggalkan semuanya dengan jejak perasaannya masing-masing. Mengapa Ramadhan nostalgik? Adalah pertanyaan yang saya coba perjelas disini.  Banyak yang menjawab karena kebersamaan itu tidak ada lagi. Apapun itu kebersamaannya, bisa kebersamaan keluarga (ini yang paling penting), kebersamaa...

Orang-Orang Yang Mengajak Buka Bersama

Mengherankan saya melihat masih ada banyak sekali orang yang masih mau repot-repot mengajak buka bersama di bulan Ramadhan. Melihat percakapan di Whatsapp , yang isinya omong kosong dan tidak ada poin pentingnya kecuali melingkar-lingkar saja. Tidak ada kejelasan, tidak ada mufakat, semuanya berbeda pendapat tetapi setuju bahwa bukber harus diadakan. Apa namanya ini?  Belum selesai disitu, keanehan-keanehan ajakan bukber ditambah dengan selalu adanya orang-orang yang rela berlelah-lelah meladeni ketidakjelasan itu. Bukan bermaksud untuk nyinyir, tapi bukankah melelahkan meladeni permintaan yang terlalu banyak itu? Ada yang mau hari ini, tetapi ada yang tidak bisa, maka terpaksalah obrolan diulang lagi dari awal. Ini lucu karena saya tidak bisa membayangkan diri saya ditendang kesana kemari oleh wacana abstrak itu. Tapi, dunia ini adalah, dan memang akan selalu begitu, tempat keheranan berada. Ada saja orang-orang yang mau, ada saja. Percaya sama saya.  Bagus memang ...