Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2011

Suasananya

Ramadhan telah tiba.  Ramadhan bulan spesial. Tidak seperti bulan-bulan lainnya, Ramadhan selalu mampu menghadirkan kembali masa lalu dengan tepat dan indah dalam satu momen. Selalu seperti itu. Kenangan-kenangan akan keindahan suasananya yang tidak akan pudar termakan waktu. Malam ini, saya benar-benar merindukan masa-masa kecil saya. Masa kecil saat Ramadhan tentunya. Saya tidak kuasa untuk menuliskannya disini. Bermain petasan, bentengan, layangan, bola, Play Station, gundu, basket di pagi hari, shalat subuh di Masjid, Ngabuburit, bahkan jalan-jalan lumayan jauh untuk sekedar iseng (menekan bel dari rumah ke rumah lalu lari terbirit-birit begitu empunya rumah keluar). Ah saya merindukan itu semuanya. Hal yang sayangnya harus saya akui tidak akan pernah saya alami lagi. Saya beranjak dewasa. Kadang saya sedih karena merindukan masa kecil yang begitu menyenangkannya. Bermain-main setiap harinya dengan teman yang juga senang main-main. Semuanya klop dalam satu suasana....

Curug

"Buka mata, buka telinga, banyak yang indah di luar Jakarta".  Mungkin kata-kata seperti inilah yang mendasari saya belakangan ini untuk ingin keluar dari Jakarta. Kesibukan selama liburan (mungkin belum bisa disebut sibuk bagi sebagian), telah berhasil membuat diri penat sepenuhnya. Saya ingin liburan dan mengembalikan semangat. Saya butuh udara segar. Saya butuh perenungan diri, setelah melalui kerasnya beberapa bagian dari kehidupan. "Rencana saya adalah tidak merencanakan ". Mungkin liburan kali ini bukanlah liburan yang baik. Bahkan bisa dikatakan tidak direncanakan. Tetapi cukup untuk memenuhi dahaga, betapa hausnya akan pemandangan alam yang memanjakan mata. Saya capek dan jengkel kesibukan saya selalu saja berhadapan dengan kemacetan ibukota, polusi buskota, juga rongrongan tetek bengek lainnya. Liburan adalah harga mati! Liburan tanpa rencana ini akhirnya menempatkan saya pada sebuah air terjun. Air terjun yang sederhana, akrab, dan selalu rama...

Jadwal

Bukan dengan jadwal saya pada awalnya membenci. Pada gigi. Geraham kanan tepatnya. Perlakuan terhadapnya sudah cukup baik. Menggosoknya dua kali sehari. Cukup kan? Geraham kanan mengganggu malam ceria ini. Geraham kanan, susah sekali dicarikan obatnya.  Tidak tahu asal muasal mengapa geraham tidak bersahabat. Cek mendadak dan sederhana menunjukkan memang harus ada yang dicopot. Geraham tidak kuat lagi. Saya juga tidak kuat mendengarnya. Mau berapa banyak gigi yang harus gugur. Makin menjadi-jadi di malam hari. Tidak apa lah berkorban demi geraham, setidaknya untuk malam ini (melewatkan babak kedua Indonesia vs Turkmenistan). Untuk urusan gigi, saya memang menaruh kepercayaan tertinggi pada ilmu kedokteran. Saya rasa tidak masuk akal dan membuang-buang waktu jika saya percaya terhadap pengobatan tradisional (pengobatan saat saya balita dahulu, saat-saat sakit gigi terjadi sering sekali). Tetapi, kepercayaan saya terhadap dunia kedokteran ini sedikit dikecewakan oleh satu ha...

Poseur

Zaman terus berubah. Terkadang, perubahan diikuti oleh mereka-mereka yang sama sekali tidak/ mencari beridentitas.  Suatu waktu, mengagumi ini. Besok, karena banyak yang mengagumi itu, pindah lagi. Sesuatu yang membuat perasaan tidak nyaman, ketika idolanya digemari kebanyakan. Apa yang salah? "Ah, udah gak asik lagi. Udah banyak yang tau"  "Dulu sebelum tenar sih masih enak lagu-lagunya" Jadi, orang lain tidak boleh tau idolanya. Dan idolanya tidak boleh diketahui oleh orang lain. Seperti tercipta suatu hubungan yang mengharuskan hanya dia seorang dengan idola. Sosok idola milik pribadi. Milik satu fans saja.  Perasaan tidak nyaman karena sang idola sudah terkenal dan banyak yang mengidolakan. Saya juga pernah mengalami hal ini. Berpindah-pindah aliran musik contohnya. Saya juga melihat banyak di luar sana yang menikmati sekali menjadi "poseur". Dandanan hari ini adalah celana pensil, rambut acak-acakan, baju ngejreng, dan dengarkan m...

Manut

Sering sekali saya alami mendapati Broadcast Message (BM) yang menjengkelkan. "Smartphone" dengan pengguna, yang sayangnya, sulit untuk dikatakan smart . Sebaran-sebaran yang sama sekali tidak berguna, sifatnya memaksa, tidak tahu dari mana awal dan asalnya. Pokoknya, pesan harus terus bergulir dan ada ancaman bila berhenti di seseorang yang tidak meneruskannya. Ancaman yang kadang cukup menyeramkan. Cukup lucu, karena tidak masuk akal dan seakan membodohi. Dan banyak lain janji-janji manis yang disertakan berbarengan dengan ancaman menakutkan. Suatu ketika saya dapatkan BM tentang bagaimana pemuda Indonesia itu menyalahgunakan trend. Saya sangat tidak habis pikir dengan BM seperti ini. (Tapi terima kasih, BM ini menghasilkan bahan untuk saya tulis disini). Dalam BM tersebut, dicantumkan beberapa "kesalahan gaul" remaja Indonesia. Saya ingat satu dan memang ini yang menurut saya menarik.  "Di luar negeri, behel itu identik dengan orang culun " ...

Curang

Manusia memang wajar untuk memiliki favoritnya. Sesuatu yang mampu membahagiakannya. Saya pun seperti itu. Saya memilih lagu Fader-nya Temper Trap sebagai lagu yang paling sering saya dengar di antara 9 lainnya di album Conditions. Walaupun kelihatannya "Sweet Disposition" adalah single mereka yang paling top, "Fader" tetap menjadi favorit saya. Suara Dougie sangat asik di lagu itu. Bagaimana dengan anda? Pernah suatu ketika saya membaca ocehan Mbah Sudjiwo Tedjo di Twitternya. Kalau tidak salah, saat itu dia ditanya oleh pengikutnya tentang lagunya yang mana yang menjadi favoritnya. Dia mengatakan bahwa dia menyukai seluruh lagunya. Lagu/karyanya itu ibarat anak menurutnya. Tidak boleh dipilih kasih. Saya tersadarkan. Betul juga perkataan mbah. Walaupun sepertinya saya tetap untuk menyetel "Fader" saat iseng.  Apakah dengan terus-terusan saya mendengar satu lagu dalam satu album, saya bertingkah curang/tidak adil/tidak menghargai terhadap lagu la...

Werkudara

Werkudara adalah tokoh protagonis dalam cerita pewayangan wiracarita Mahabarata. Werkudara, dari asal katanya, berarti perut serigala. Sifatnya gagah berani, teguh, kuat, tabah, patuh dan jujur, serta menganggap semua orang sama derajatnya. Saya tidak ingin menjelaskan lebih lanjut tentang Werkudara, karena memang sedikit pengetahuan saya tentang pewayangan. Sesungguhnya menarik cerita-cerita pewayangan itu, tetapi lebih nikmat apabila diceritakan langsung ketimbang membacanya. Dan banyak nilai moral yang terkandung di dalamnya. Benda baru itu membutuhkan nama.  Saya kebingungan hendak memberinya nama apa. Saya memang tidak ahli dan jarang memberi nama kepada benda-benda milik pribadi. Buat apa pula? Akankah dengan adanya nama yang melekat dalam sosoknya maka berpengaruh terhadap kepemilikan tersebut? Atau justru hanya semacam sugesti agar benda milik pribadi itu juga sayang kepada pemiliknya?  Saya tidak ingin memberinya asal-asalan nama seperti sebelumnya yang s...

Bulutangkis

Cabang olahraga yang sering mengharumkan nama bangsa. Olahraga yang menghasilkan banyak atlit Indonesia mendunia. Olahraga yang bisa dilakukan di sepetak lapangan komplek. Olahraga yang mempererat silaturahmi antar warga. Dan olahraga yang sering dilombakan saat perayaan dirgahayu RI. Olahraga ini menyimpan sedikit mitos yang terus membuat saya enggan untuk berada di lapangan dan berusaha untuk terus membalikkan shuttlecock ke area lawan. Mitos yang saya sendiri lupa darimana awal mulanya. Mungkin saja tetangga saat masa kecil dahulu, mungkin teman bermain futsal, mungkin teman diskusi, atau mungkin juga orang tua sendiri. Alangkah lucu dan konyol sebenarnya mitos tersebut.  Setelah cukup lama tidak bermain bulutangkis, pertimbangan bahwa mitos itu benar adanya semakin kuat. Bukan semakin kuat tepatnya, semakin "didukung". Ajakan-ajakan main bulutangkis adalah ajakan untuk memikirkan kembali mitos tersebut. Hingga sampai pada ajakan main bulutangkis yang terselubung...