Kalah
Real Madrid 1- 3 Barcelona. Lagi, Madrid harus menerima ketangguhan musuh bebuyutannya. Gol Alexis Sanchez, Xavi, dan Fabregas semakin membuat lemah lesu seharian penuh. Optimis buta itu tergusur murung berlebih. Saya sangat tidak bisa menerima Madrid kalah dari Barcelona. Sangat tidak bisa. Saya menyesal, sangat menyesal pada fakta bahwa saya tidak terbangunkan untuk menjalankan "ritual keagamaan" ini. Yang saya tahu hanyalah mereka yang bahagia atas kemenangan Barca, kekalahan Madrid, dan ikut-ikutan bahagia dalam waktu singkat. Ah, itu hak mereka. Yang penting saya tetap Madridista. Cibiran tentang penampilan Ronaldo, yang lagi-lagi seakan grogi dalam panasnya El Classico, begitu deras di obrolan kantin, kelas, dan tempat lain saya singgah. Ronaldo seakan belum "siap" untuk menghadapi pertandingan seberat El Classico. Ada hal lain dalam dirinya, yang begitu kaku dan nervous begitu menghadapi Barca. Saya masih heran, sungguh heran. Madrid sudah ...