Komoditas Baru Kapitalisme
Saya bisa memaklumi apabila manusia melakukan pertukaran setiap harinya. Saya juga masih bisa maklum kalau pertukaran itu berdasarkan barang yang riil. Kapitalisme memang terbangun berdasarkan kebutuhan pertukaran itu, terutama pertukaran modal dalam bentuk barang dan jasa. Tapi, belakangan saya agak terheran-heran dengan kapitalisme. Saya kira, sepahit-pahitnya kapitalisme, manusia-lah yang jadi pelakunya, sekaligus korbannya. Perkiraan saya salah. Kapitalisme menjual segalanya yang bisa dijadikan modal.Ya, segalanya yang ada di bumi, terlihat maupun tidak. Mungkin, karena bosan dengan barang dagangan yang selalu terlihat, kapitalisme mulai menjual barang yang tidak terlihat. Bukan barang memang, tapi apa namanya kalau dipertukarkan? Maka lahirlah acara-acara televisi dan film yang mistis, yang penuh dengan sosok setan mengerikan, yang ironisnya, digila-gilai masyarakat. Ada apa dengan masyarakat kita? Dahulu, segala yang mistis diperlakukan spesial. Gene...