"Seseorang yang terus bergerak cenderung terus bergerak; dibutuhkan lebih sedikit energi untuk tetap bergerak daripada yang diperlukan untuk berhenti dan mencoba mulai bergerak lagi"
Mungkin benar, ada momen-momen dimana kita merasakan komunikasi yang begitu beda dengan Tuhan. Komunikasi, atau lebih pas disebut rasa, yang langka, yang jarang kita dapatkan. Begitu dekat dan nyata kehadiranNya. Kedamaian serta keikhlasan terasa begitu dalam. Ingin rasanya terus begitu tetapi saya tahu tidak mungkin. Momen langka ini tidak bisa diterjemahkan dalam kata, bagaimanapun indahnya kata. Oleh karena itu, mungkin inilah momen dimana terlepasnya segala keangkuhan, kegaduhan, kesok-tahuan, ketakutan, kecemasan, juga kebrorokan kehidupan. Jangan memaksakan diri untuk mendapatkan momen seperti ini. Karena akan datang waktunya, dengan cara yang tidak pernah diduga-duga. Biarkanlah hidup mengalir dan terus berputar. Terimalah kehidupan sebagai kehidupan, seperti pengalaman manusia yang berhasil menunjukkan berbagai kisah di dalamnya. Terimalah "skenario" kehidupan dengan perasaan ikhlas, "nrimo" walaupun bukan perkara enteng. Belajar ikhlas itu sulit luar ...
Ilmuwan sosial itu punya apa untuk membicarakan orang lain? Membicarakan masyarakat? Power? Resource? Atau memang ilmuwan punya semacam kewajiban? Atau bahkan hak? Seperti biasa, saya hanya menghadirkan pertanyaan tanpa hendak menjawabnya. Saya menikmati pertanyaan. Saya menikmati pikiran saya bermain-main secara bebas, secara liar, secara manusiawi maupun non-manusiawi. Pikiran yang membawa saya pada kesibukan sesaat, hingga pada akhirnya lenyap dengan manisnya. Lenyap dengan kesanggupan dan kemauan sesukanya. Kekuatan ilmuwan sosial yang bagaimana sehingga ia mampu menjelaskan fenomena sosial? Saya selalu percaya, dalam setiap langkah saya membawa tubuh ini, akan selalu ada fenomena sosial yang dapat dijelaskan. Selalu percaya. Hanya, dibutuhkan kemampuan merumuskan, mengorganisasikan, menambah-nambahkan, dan mengeksplor pikiran sendiri maupun orang lain, untuk mencipta kreatif suatu gagasan yang mampu menjelaskan fenomena. Suatu kemampuan yan...
Mencaritahu, mendalami, mengatakan, memverifikasi, mengupayakan, berjihad, atau apapun namanya itu yang berkaitan dengan kebenaran adalah hal yang paling mulia di muka bumi. Dikatakan mulia karena tidak sembarangan orang dapat melakukannya. Ada level-level orang yang mampu untuk mengatakannya dengan mudah karena terbiasa hidup dengan kebenaran, dengan prinsip-prinsip yang dianut namun ada pula yang amat susah karena sehari-harinya hidup dengan ketidakjelasan pegangan. Banyak sekali alasan kita untuk tidak mampu mengatakan kebenaran meskipun mengetahuinya bahwa ia ada disana dan ia harus disampaikan ke semua orang. Entah karena tidak enakkan, kurang tenaga keberanian, atau sekedar tidak ingin dibenci orang, kehidupan manusia dewasa menuntut kita untuk banyak mempertimbangkan hal-hal sebelum disampaikan. Jangan sampai, alih-alih mengatakan kebenaran agar tercapai kebaikan, justru mendatangkan keburukan. Sudah banyak contohnya, dan itu adalah upaya yang justru kontraproduktif te...
Komentar
Posting Komentar