Langka

Mungkin benar, ada momen-momen dimana kita merasakan komunikasi yang begitu beda dengan Tuhan. Komunikasi, atau lebih pas disebut rasa, yang langka, yang jarang kita dapatkan. Begitu dekat dan nyata kehadiranNya. Kedamaian serta keikhlasan terasa begitu dalam. Ingin rasanya terus begitu tetapi saya tahu tidak mungkin. Momen langka ini tidak bisa diterjemahkan dalam kata, bagaimanapun indahnya kata. Oleh karena itu, mungkin inilah momen dimana terlepasnya segala keangkuhan, kegaduhan, kesok-tahuan, ketakutan, kecemasan, juga kebrorokan kehidupan. 

Jangan memaksakan diri untuk mendapatkan momen seperti ini. Karena akan datang waktunya, dengan cara yang tidak pernah diduga-duga. Biarkanlah hidup mengalir dan terus berputar. Terimalah kehidupan sebagai kehidupan, seperti pengalaman manusia yang berhasil menunjukkan berbagai kisah di dalamnya. Terimalah "skenario" kehidupan dengan perasaan ikhlas, "nrimo" walaupun bukan perkara enteng. Belajar ikhlas itu sulit luar biasa. Manusia bukanlah makhluk instant yang bisa matang dalam kerlipan mata. Manusia butuh dibesarkan. Proses tumbuh dibesarkan beraneka ragam, dengan perlakuan juga sikap yang tidak semuanya sempurna. Dan dari sebagian kekurangannya, ada yang menunjukkan kontradiksi dari sifat ikhlas. 

Ingin sekali dapat menjelaskan bagaimana perasaan dalam momen seperti itu. Namun tak usahlah. Tidak semua hal dalam hidup dapat dijelaskan. Dan sepertinya dengan tetap terbungkus rapi misteri, akan membuat momen itu tetap hidup, sekaligus penasaran tentang apa dan bagaimana kejadiannya. Bukankah manusia menyukai beberapa momen yang belum diketahuinya? Ah saya terlalu percaya diri. Pasti banyak disana, banyak sekali yang sudah mengalaminya. Dengan jalan yang berbeda, dengan perasaan yang berbeda, namun tetap tidak dapat sulit sekali terdefinisikan, tertuliskan dan terceritakan.

Dalam suasana yang tenang, syahdu dan sedikit mabuk mungkin. Ada juga tempat untuk pengharapan. Tidak ada benci, dendam, amarah, emosi, dan frustasi. Lepas semua energi negatif dan hirup sebanyak-banyaknya energi positif dari semesta. Dan ketika tubuh perlahan-lahan semakin tenang, semesta sedikit demi sedikit melambungkan beban hidup ke udara. Sungguh, yang seperti ini adalah bentuk idealnya. Sembari membayangkan sedikit saja kemurahanNya, kekuasaanNya, keagunganNya dan semua hal indah lainnya. Walaupun momen itu hanyalah dapat dirasakan dan mungkin dinikmati oleh diri sendiri dengan jalannya masing-masing.

Mohon maaf sebelumnya kalau tulisan ini terlalu mengesampingkan mereka yang atheis. Maaf. Saya seseorang yang mengakui dengan pasti adanya Tuhan. Tetapi saya menghargai pilihan mereka. Pilihan, yang secara logika, menyebabkan manusia akan kehilangan momen langka ini. 

Suka tidak suka, hidup adalah pilihan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

484

Kolam Renang