Kolam Renang
Masih bisa berenang di kolam renang itu nikmat. Nikmat selain kenikmatan berenang, juga memiliki waktu santai ketika beristirahat sejenak di pinggiran kolam. Saat beristirahat inilah, yang menurut saya, menimbulkan imaji-imaji tentang masa lalu, masa depan, dan segala imaji yang benar-benar tak terpikirkan sebelumnya. Entah karena apa, imaji tersebut muncul mendadak. Dan saya pun mengalaminya cukup sering, terlebih ketika melihat indahnya awan senja. Seperti tadi sore.
Kolam renang juga memiliki kisahnya sendiri buat saya. Sejak kelas 4 SD tepatnya kisah itu bermula, ketika les renang seakan menjadi kewajiban. Entah mengapa, dimanapun kolam renangnya, perasaan untuk terus melihat ke awan selalu muncul. Seakan saya berenang karena ingin melihat keadaan dan bentuk awan. Bukan untuk tujuan-tujuan lainnya.
Berada dalam kolam renang juga menghadirkan sensasi yang tidak bisa dirasakan dimanapun. Sensasi santai, rileks dan aneh. Selalu ada perasaan aneh ketika berenang. Aneh karena sebagai manusia, yang mampu berjalan dengan tegak di daratan, saya malah memilih kolam dengan isi air serta kaporitnya dengan gaya yang benar-benar berbeda. Aneh karena selalu mempunyai perasaan bahwa saya selalu diperhatikan orang-orang sekitar dengan gaya berenang saya. Aneh juga ketika melihat orang-orang tidak bisa berenang masuk kolam, dan mereka hanya berdiam diri di pinggiran kolam. Buang-buang uang saja!
Kolam renang juga sarana yang efektif untuk menyampaikan cerita, berita, atau opini mingguan. Cerita olahraga, musik, gaya hidup, profesi bahkan politik dengan santai. Dengan tiupan angin serta gelombang yang mendamaikan. Tanpa pakaian yang rapi dan formil. Cukup dengan celana renang pendek (untuk laki-laki) untuk menyampaikan apa yang ingin disampaikan kepada teman. Suasana yang santai ini cuma ada di kolam renang. Lebih nikmat lagi apabila kolam renangnya sepi pengunjung. Suasananya privat, namun seru dengan obrolan-obrolan ringan tadi.
Saya kira, semua orang bisa menikmati kolam renang. Termasuk yang belum bisa berenang. Walaupun terlihat buang-buang uang, mereka tetap dapat menikmati kolam renang. Buktinya, senyum-senyum tulus masih sering saya lihat dari wajah malu mereka. Menikmati kolam renang dengan berenang secara terus menerus sampai letih pun tak apa. Itu dibolehkan. Akan tetapi, kenikmatan akan bertambah dengan adanya perenungan hidup, obrolan ringan, dan minum jus segar. Setidaknya itu pernah saya alami.
Satu pesan saya agar bisa menikmati aktivitas berenang. Perhatikan kolam renangnya. Kolam renang sangat mempengaruhi kenikmatan berenang. Percayalah, kolam renang yang suasananya privat memberi perasaan nyaman berlebih dibanding kolam renang dengan beberapa anak kecil yang belajar renang dengan teriakan-teriakan polosnya. Juga kolam renang yang bersih dan tidak terlalu banyak kadar kaporitnya. Itulah kolam renang yang benar-benar kolam renang. Bukan kolam kencing, juga kolam teriakan.
Saya berharap 20 tahun lagi, mungkin kurang mungkin lebih, mungkin bisa atau tidak, kembali dapat menikmati berenang di kolam renang. Dengan kenikmatan-kenikmatan yang tidak bisa saya dapatkan di tempat manapun. Karena kolam renang adalah kolam renang, yang selalu menanti dengan segala keistimewaannya.
Komentar
Posting Komentar