Sadar
Baru tersadarkan, betapa tidur malam yang nyenyak itu suatu nikmat. Tidak pernah terbayang sebelumnya bagaimana hari akan dilalui tanpa cukupnya istirahat di malam hari. Hari begitu berat dan melelahkan. Hari tidak mengijinkan untuk beraktivitas sepenuh hati.
Baru tersadarkan, betapa menonton TV setengah/satu/dua jam di siang hari itu meneduhkan. Siang hari akan menjadi bos yang jahat apabila terus-terusan dengan halus mendekap tubuh dalam aktivitas yang itu-itu saja. Aktivitas yang melelahkan imaji.
Baru tersadarkan, betapa mendengarkan musik berirama cepat itu adalah kebutuhan. Beberapa waktu, dentuman drum yang beradu manis dengan lengkingan vokalis dan distorsi gitar menjadi penawar yang betul-betul tidak dimiliki orang lain. Tidak dijual. Dimanapun.
Dan masih banyak lagi.
Aktivitas baru selalu saja memenangkan porsi dalam hal membawa tubuh dan pikiran bergerak. Kadang, ini menjemukan. Tapi, ini keharusan. Sayang sekali, sungguh. Terkerangkeng di dalam aktivitas baru dimana kesadaran-kesadaran melambai-lambai dengan senyumnya di luar sana. Apa yang bisa dilakukan selama masih di dalam penjara seperti ini? Penjara dengan kemewahan yang menjanjikan di beberapa waktu yang sebentar lagi datang.
Sementara waktu, masih belum ada jawaban. Dan baru tersadarkan, saya masih belum tersadarkan.
Komentar
Posting Komentar