SHARE BEM UI 2010. So Long, Guys!

Judul diatas adalah tema dari acara SHARE BEM UI 2010. SHARE adalah akronim dari Show That We Care. Acara ini sudah dimulai sejak saya masih menjadi MABA (Mahasiswa Baru) Universitas Indonesia. Garis besar dari acara ini adalah mengembalikan mahasiswa UI, dari yang tadinya meninggi setinggi bangunan di dalamnya, menjadi merakyat dan berkontribusi demi kemajuan Indonesia. Sungguh menarik sehingga bisa dibilang hati saya yang agak malas mengikuti acara-acara sejenis menjadi tergugah dan menyadari bahwa sudah menjadi tugas saya sebagai mahasiswa UI untuk berkontribusi maksimal terhadap masyarakat sekitar. Tak ada gunanya menimba ilmu di tempat yang nyaman, kampus idaman seluruh masyarakat Indonesia, Kampus tempatnya para petinggi negara, Universitas kelas dunia, apabila saya hanya menjadi mahasiswa yang apatis dan sekedar mendalami sendiri ilmu. Saya harus berkontribusi. Itulah intinya.

Saya ikuti acara SHARE ini dengan santai. Melihat di sekitar, anggota SHARE kebanyakan adalah mahasiswa fakultas kesehatan masyarakat. Saya, mahasiswa FISIP, merasa ada yang salah dengan penyertaan diri saya ke acara semacam ini. Sedikit sekali mahasiswa FISIP yang mengikuti acara ini. Jurusan saya hanya ada dua orang. Komunikasi satu orang. Sepengetahuan saya, hanya tiga orang dari FISIP yang mengikuti acara ini.

Seiring berjalannya waktu, banyak sekali workshop yang didapat dari SHARE. Workshop tanggap bencana, pengelolaan sampah, Community Development, dan lainnya. Pembicara yang tidak sembarangan dan tentunya mendalami bidangnya masing-masing semakin membuat hati saya yakin bahwa saya berada di jalur yang tepat untuk berkontribusi. YA, SAYA MULAI MENIKMATI ACARA INI.

Saya ingin menyingkat garis besar kegiatan SHARE ini.
1. Kerja nyata = Realisasi/turun lapangan ke lokasi sekitar UI. Setelah mendapatkan pembelajaran, tentunya kami (anggota SHARE), tidak duduk diam meninggalkan ilmu yang didapat dalam kepala kami. Kami turun lapangan saat itu. Daerah sekitar UI seperti Pocin, Kutek, Kukel, dll kami libas. Saat itu saya mendapat tugas "menyisir" daerah Kutek. Intinya adalah menyadarkan warga bahwa hemat energi itu penting, menjaga kebersihan juga harus. Kami membagikan flyer kepada warga dan sticker untuk ditempelkan di jendela masing-masing warga. Kerja nyata ini adalah pertama kalinya saya memakai Jaket Kuning kebanggaan untuk berhadapan langsung dengan masyarakat. Saya letih tetapi bahagia pada akhirnya.

2. Team Building = Pembangunan kekompakan, kebersamaan, ketahanan kami sebagai anggota SHARE 2010. Kami diberikan clue-clue yang mengharuskan kami mencari apa arti dan dimana clue tersebut berada. Sungguh sulit sesungguhnya clue-clue tersebut apabila dikerjakan secara individual. Tetapi, kami disini sebagai tim, kami menunjukkan bahwa kerjasama akan menghasilkan kesuksesan bersama. Kami diputar-putar untuk mendapatkan misteri clue tersebut hingga pada akhirnya, kami digiring ke hutan depan UI untuk beradu "air dalam balon". Disini, kami sebagai anggota SHARE melawan panitia SHARE. SUNGGUH SUATU KESEMPATAN BESAR BAGI SAYA. Betapa tidak, selama team building banyak sekali penyiksaan terselubung yang saya alami. Tetapi, itu dalam batas yang wajar. Dan setelah itu, kami disuruh duduk melingkar sembari memejamkan mata. Dibacakan "mantra-mantra" yang mengelabui kami. Kami disiram dengan air (entah itu air danau, air got, air aki, air manapun). Saya basah kuyup. Ya, saat berakhirnya team building, kebersamaan dan kekompakan sesama anggota SHARE semakin kuat terasa.

3. Pelantikan anggota SHARE BEM UI (INILAH INTI TULISAN SAYA KALI INI) :

Sabtu, 11 Desember 2010, saya datang menggunakan Pulsar andalan ke stasiun UI. Saya sampai disana pukul 06.45 kira-kira. Masih sepi sekali dan sempat menikmati udara yang masih fresh ibukota. Tidak lama kemudian, datang Nicola, anggota SHARE 2010. Saya yang belum sarapan saat itu, mengajaknya untuk mengisi perut. Dia mengatakan bahwa dia juga belum makan. Berangkatlah kami ke Warteg Pocin. Kami berdua makan dan memang wartegnya baru saja dibuka. Ikan Tuna yang begitu lezat saat itu.

Selesai makan, Nicola mendapat SMS bahwa sudah tiba saatnya untuk berkumpul di Halte Sepeda Kuning Stasiun UI. Disana sudah banyak anggota SHARE 2010. Saya telat. Saat itu, Handphone dan Dompet (beserta isinya) seluruh anggota SHARE dikumpulkan ke tas panitia. Praktis, kami hanya membawa KTM, KTP, dan bekal uang Rp150.000 untuk digunakan selama pelantikan ini. Kami diberikan clue : Salah satu dari tujuh privatisasi yang merugikan negara, 0856, batu kuda. Saya bingung awalnya karena saya mengira acara pelantikan ini hanya diadakan di sekitar kampus. Ternyata, clue tersebut adalah gedung Indosat yang berada di Jakarta Pusat! Suatu kesalahan memberikan seluruh uang saya kepada panitia. Disinilah, kebersamaan kami diuji. Kami berangkat ke Gedung Indosat.

Di Stasiun UI
Kami memesan tiket kereta ekonomi jurusan Jakarta kota. Kami saat itu berjumlah 12 orang. Dengan uang "hanya" Rp150.000, kami harus perhitungan. Tidak boleh mubazir. Saya ingin menuangkan sedikit fenomena sosial di kereta ekonomi ini.

Pertama, Sexual Harrasment yang dilakukan sebagian besar penumpang laki-laki yang berada disana terhadap penumpang perempuan. Saya mendengar ucapan-ucapan tidak senonoh yang seharusnya tidak diucapkan. "Neng, sini neng. Masih sepi nih" adalah salah satu contohnya. Padahal, dalam gerbong tersebut, untuk bernafas saja susah. Luar biasa rapat dan sesak. Saya saja melihatnya sudah tidak terbayangkan akan seperti apa bila berada di dalam sana. Bagaimana perempuan ?

Kedua, saya melihat keakraban di kereta tidak seperti yang saya perkirakan. Teori Kerumunan yang saya pelajari bermanfaat disini. Saya memperkirakan bahwa saat di dalam kereta maka semua penumpang bersifat acuh tak acuh, individualis, tidak kompromi dan sesuka hati. Tetapi, saat saya melihat seorang ibu-ibu (kira-kira berumur 35) yang begitu mendengar ringtone HP bapak di sebelahnya langsung meminta lagu ringtone tersebut, saya kaget! Bagaimana tidak, ibu dengan bapak tersebut tidak melakukan interaksi sebelumnya. Tetapi, hanya dengan mendengar ringtone, ibu tadi meminta lagu tersebut dan anehnya, bapak tersebut mengirimkan lagu itu melalui bluetooth. Sungguh canggih sekali. Ibu tersebut adalah minoritas di dalam gerbong yang saya dkk saya tempati, tetapi ibu tersebut begitu mendominasi obrolan. Dia bagaikan bintang dalam kereta itu. Banyak bapak-bapak yang mengira ibu tersebut masih ABG. Sungguh, tidak terkira saja ibu tersebut meladeni obrolan-obrolan yang dilempar penumpang laki-laki dalam gerbong tersebut. Ini merupakan pengalaman yang mengagetkan.

Setelah berdesak-desakan, saya dkk turun saat berada di stasiun Juanda. Kami berjalan kaki dari stasiun menuju Gedung Indosat. Saya sungguh kaget karena perjalanan yang jauh itu tidak terasa. Ternyata, disana sudah menunggu panitia SHARE. Mereka berada di seberang kami (MONAS). Kami pun menghampiri mereka melalui jembatan penyeberangan.

Kami menghampiri mereka. Mereka langsung memberikan tugas untuk mewawancarai pegawai kebersihan sekitar MONAS. Saya bersama Hilda dan Ifah mewawancarai seorang ibu yang baru tiga bulan bekerja disana. Kami banyak menanyakan tentangnya. Tetapi, yang saya ingin tuliskan disini adalah tentang pesannya kepada kami sebagai mahasiswa UI. "Boleh demo, asal jangan bikin macet lalu-lintas. Juga jangan korupsi" ucapnya. Saya mengingat betul ucapan darinya yang dari lubuk hati terdalam. Terima kasih ya bu.

Setelah mewawancarai ibu tersebut, saya semakin menyadari, dibalik kemewahan Jakarta, masih banyak kaum yang termarjinalkan. Mereka hanya bisa mengikuti perintah dari pemerintahnya tanpa bisa bersuara, walaupun negara ini merupakan negara yang menganut paham dari rakyat, untuk rakyat. Saya merasakan bagaimana penderitaan yang mereka rasakan. Mereka kaum parokial yang tidak mengerti apa-apa dan tidak ingin beraspirasi terhadap kemajuan bangsa negara.

Dari Monas, kami mendapatkan clue lagi. Isi dari clue tersebut adalah "sumber kehidupan, saksi bisu Kuningkan Jakarta jilid dua" (gerakan yang dilakukan mahasiswa UI dengan memakai jaketnya ke pusat Jakarta). Jawabannya adalah Bundaran HI. Sumber kehidupan adalah air dan disitu adalah tempat Kuningkan Jakarta jilid dua. Kami bergegas kesana menggunakan bus 640. Nah di dalam bus ini, saya ingin membagikan sedikit kisah lucu yang saya dan Dian alami.

Saat itu di dalam bus, seseorang yang dengan kata-kata mutakhirnya meminta-minta kepada seluruh penumpang bus. Kelihatannya dia sedikit mabok. Kalimatnya yang saya ingat adalah "saya yakin disini masih banyak yang berjiwa sosial. Yang mengutamakan tolong menolong ketimbang todong-menodong". WAW! Saya yakin, semua penumpang bus tersebut sedikit kaget mendengar kalimat tersebut. Menakutkan sekali kalimatnya. Hingga pada akhirnya, dia menjulurkan tangannya untuk meminta uang dari penumpang. Saat ia meminta kepada Dian (duduk di samping saya), Dian memberikan uang recehan untuk diberikan kepadanya. Anehnya, "pujangga" tersebut mengembalikan uang yang diberikan Dian. "SUBHANALLAH! sombong sekali orang ini" dalam hati saya. Dia berkata "Nih mas, buat beli permen mas aja." Ternyata, Dian memberikan uang recehan seratus rupiah. Hahaha lucu sekali Dian ini. Begitu mengetahui hal tersebut, saya tidak bisa menyembunyikan tawa saya. Saya tertawa terbahak-bahak. Saya memaklumi hal tersebut. Dasar Dian, manusia kelewat polos.

Setelah itu, kami sampai di Bundaran HI. Disana ada sebuah unjuk rasa. Kami diperintahkan untuk mencari tahu apa, siapa, tujuan dari unjuk rasa tersebut. Kami mewawancarai polisi, yang kemudian digilai teman-teman wanita saya. Beliau memberikan keterangan panjang tentang unjuk rasa tersebut. Ya, kami mendapatkan inti dari unjuk rasa tersebut. Selesai dari situ, kami menggunakan Busway sebagai sarana kami menuju Kota Tua. Disana sampai kira-kira pukul 11.45. Kami istirahat, makan, dan Shalat disana.
Saya mendapatkan pertanyaan dari Hilda yang berkata bahwa "lo Non ya ?" maksudnya adalah Non-Muslim. Saya kaget sekali. Apakah tampang saya tidak ada muslim-muslimnya sehingga perempuan berjilbab seperti dia berkata seperti itu ? Ah, dia hanya bercanda.



Disitu kami mengunjungi Museum Bank Indonesia. Museum yang gratis untuk dikunjungi warga. Kami mencari tahu pertanyaan-pertanyaan yang diberikan panitia tentang museum ini. Singkatnya, kami selesai dari museum ini dan mendapat banyak pengetahuan tentang keuangan Indonesia masa lampau. Sungguh takjub saya melihat isi dari Museum ini.

Dari museum BI, kami mengunjungi halaman depan Museum Fatahillah. Disana ramai sekali. Banyak pertunjukkan. Salah duanya adalah Reog Ponorogo dan dirgahayu Black Hawk Batavia. Reog Ponorogo sekilas saya tonton. Adegannya adalah anak kecil yang dipecut oleh bapaknya di bagian kepalanya. Pedih sekali saya melihatnya. Tetapi, bukan reog namanya kalau anak tersebut jatuh pingsan. Dia sehat-sehat saja. Nah, disini saya ingin mengeksplor tentang klub yang menamakan diri mereka Black Hawk.

Black Hawk adalah klub pecinta motor Choppers. Choppers adalah motor besar yang berada di atas 200cc. Choppers hanya dibuat antara tahun 1980-1985. Kebanyakan adalah motor buatan kawasaki dan sebagian motor Cina. Saya beserta Icha dan Dian mewawancarai Pak Andi (Advisor Black Hawk Batavia). Setengah jam lebih kami mewawancarai dia sehingga terlalu banyak untuk dituliskan disini. Saya hanya ingin menggarisbawahi perkataannya yang paling penting "Kami ini klub. Kami bukan gangsters. Kami memiliki organisasi, AD/ART yang jelas. Dan kami CINTA DAMAI". YES, They are as cool as Choppers!

Disebabkan kami diperintahkan untuk membeli barang yang menggambarkan angkatan kami, maka kami membeli cincin dan kalung. Mengapa cincin dan kalung ? Karena cincin melambangkan ikatan dan kalung melambangkan perpanjangan. Jadi, kami memfilosofikan dua barang tersebut sebagai barang yang memperpanjang ikatan kami. Cincin tersebut bertuliskan "SHARE BEM UI 2010" Waw! Ternyata ahli filsuf dan "unyooooo" juga kami.
Selesai membeli dua barang tersebut, kami pulang ke "alam" kami. Dan kembali menggunakan kereta ekonomi. Saya tidak suka untuk menceritakan bagaimana rasanya menaiki kereta ekonomi. Singkatnya, kami sampai di Stasiun Pocin. Kami langsung menuju bangunan tertinggi di UI. Rektorat.

Di Rektorat, sebagian panitia sudah menunggu kami. Kami diberikan game untuk mengetahui clue tempat selanjutnya. Singkat cerita, tempat selanjutnya adalah PUSGIWA (Pusat Kegiatan Mahasiswa). Saat itu sudah sore, kira-kira pukul 05.00. Kami semua terlihat masih semangat. Walaupun jujur, kaki saya seperti ingin berteriak kesakitan saat itu. Ya Sudahlah.

Sesampainya di Pusgiwa, kami langsung shalat Ashar. Setelah shalat Ashar, kami menuju lantai dua Pusgiwa. Kami dikumpulkan di satu ruangan besar. Kami diperintahkan untuk menuliskan kembali apa saja yang dirasa, dialami saat berada di Jakarta dan membuat presentasi singkat. Presentasi ini kami rancang sedemikian rupa sehingga menghasilkan presentasi yang berbentuk Windows Movie Maker. Sungguh terburu-buru dalam membuat presentasi itu.

Waktu menunjukkan pukul 18.30. Ini waktunya presentasi. Kami menampilkan poto-poto saat kami di Jakarta dengan latar belakang musik. Banyak sekali fenomena yang terlalu singkat digambarkan dengan poto-poto itu. Tetapi, saya rasa presentasi kami sudah cukup menarik.

Setelah presentasi, kami diperintahkan untuk menutup mata. Ruangan sangat gelap. Kami dituntun untuk turun ke halaman bawah dengan mata tertutup.
Di halaman bawah inilah klimaksnya. Nyanyian Hymne UI begitu mendebarkan jiwa. Masih dengan mata tertutup, Ketua BEM UI periode 2010, Kak Imad, memberikan petuah-petuah yang seharusnya kami lakukan. Petuah yang menyadarkan saya betapa bangganya saya sekaligus betapa terbebaninya saya sebagai mahasiswa UI. Kak Imad tahu betul membangkitkan semangat mahasiswa. Kami pun diperintahkan untuk membuka mata kami olehnya. Waw! Lilin-lilin kecil menyala di depan kami yang melingkar saat itu. Suasana gelap, diterangi dengan lilin kecil. Menjadi lilin-lilin inilah yang seharusnya kami lakukan. Setelah itu, kami membacakan satu kata yang mendeskripsikan diri kami untuk ke depannya. Saat itu saya memilih kata BERANI. Saya yakin selama ini saya kurang berani menunjukkan siapa saya sesungguhnya. Setelah tiap-tiap anggota membacakan satu kata tersebut, masing-masing anggota dipanggil namanya untuk menerima Sertifikat Pengukuhan SHARE 2010. Saat itu saya merasa puas sekali. OH YES, THIS IS IT!

Pengukuhan SHARE 2010 merupakan pengalaman yang bermakna sekali untuk saya. Terima kasih panitia, kawan-kawan anggota. You guys are just amazing! Saya disini ingin memberikan sekilas pandangan saya terhadap sesama anggota SHARE yang mengikuti pelantikan.

1. Dian : Baik, Pendiam, Suka menolong
2. Barkah : Seseorang yang sangat menghibur saya selama pelantikan. Tanpanya, rasanya pelantikan tidak akan seru.
3. Ifah : Santai, polos. Dia tipikal orang yang sangat menjunjung tinggi santai. Kidal nulisnya.
4. Nicola : Ramah banget. Asik lah orangnya diajak becanda juga ayo serius ayo. Jarang orang kaya dia.
5. Icha : Dia tuh tipikal orang yang buru-buru. Bagus sih.
6. Ghina : Silent. Sangat pendiam. Kurang tahu banyak tentangnya.
7. Hesty : Dia juga santai dan kayaknya sih judes.
8. Imas : Orangnya ga banyak bacot. To the poooint!
9. Alida : Kasihan dia keilangan KTM. Sabar ya Alida. Orangnya pendiam banget.
10. Rani : Perhatian, Sabar juga kayaknya.
11. Hilda : Ini dia nih orang paling nyolotin sepanjang pelantikan. Hampir semua ucapan saya dibantah olehnya. Dia meramaikan suasana. Orangnya lucu, baik, Arab, bawa kantong doraemon di tasnya. Yang paling aneh tentang dia adalah ga bisa disentuh. Kalau disentuh, dia akan responsif banget. Ya pokoknya Hilda beda deh. Jangan tengil lagi kalo ketemu ya.

Sekian SHARE BEM UI 2010.


"Kamu sangat berarti

Istimewa dihati


Selamanya rasa ini



Jika tua nanti



Kita tlah hidup masing-masing



Ingatlah hari ini"

Project Pop - Ingatlah hari ini









Komentar

  1. jahaha.. ternyata ganggas yang tampang'a sangar bisa melankolis juga.. wkwkwk
    tapi manteep daah. bole ni curhatan'a.. bikin orang pusing baca'a.. :p
    btw, ko tuh komen tentang gw paling panjang yak? paling gak enak lagi isi'a.. dendam banget yak lo ama gw? ckckck
    kan udah baikan gang, pake beng".. masa kgak cukup? wkwkwk

    BalasHapus
  2. hHuwaaa!!!
    Seruuu nyaaa...
    Seneng banget tau crita ttg plantikan kmarin.
    Apa daya, jadwal kuliah waktu itu jadi alasan terbaik bwt gak bisa ikut..
    *hukssss........

    Maap yaaaa teman2..
    T-T

    *nangisss daraah

    BalasHapus
  3. @Hilda: lo ngeblog juga hil? mau dong gue liat blog lo. hahaha tapi bagus kan redaksinya? yaudah udah lama jg sih hil baekannya hahah.
    @catphillia: haha gapapa lagi. ini siapa ya btw?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

484

Langka

Kolam Renang