Hoki

Malam. Sekarang saya ingin menceritakan terlebih dahulu tentang tiga bocah yang sedang menikmati permainan sepak bola di tengah kota. Tiga bocah tersebut bernama Relak, Enjo dan Stean. Begini percakapan mereka:

R: "Kau tendang lah bola tu ke tiang. Kena tiang tiga kali saja, hebat kau Jo. Angkat topi aku"

Enjo menendang. Dan ketiganya membentur mistar dengan indahnya.

S: "Wwoww!"

R: "Ah, hoki ajala tu"


Ucapan Relak yang terakhir menggambarkan bagaimana dia belum puas/belum menerima/tidak sanggup melihat kehebatan Enjo. Dia menyebutnya hoki atau untung-untungan belaka. Kasihan Enjo, kita tidak tahu apa dia memang hoki atau tidak. Yang kita tahu cuma ketiga tendangannya membentur mistar dari tiga percobaan. Teddy Sheringham pun belum tentu bisa.

Hoki, adalah peristiwa yang dekat dan akrab dengan kehidupan manusia.

Untung-untungan yang apabila dicoba lagi maka hasilnya beda, begitulah saya mendefinisikan singkat tentang hoki dalam tulisan kali ini. Tetapi, kasus Enjo di atas menimbulkan pertanyaan.

R: "Coba lagi dong empat kali, lima kali. Pasti ngga kena"

Enjo ditantang menendang lagi, dan kesempatan kali ini ia gagal.

R: "Apa kukata, Kau hoki"

Kata hoki semakin menguat dalam peristiwa ini. Entahlah ada atau tidaknya hoki itu sendiri dalam kehidupan manusia, faktanya tidak sedikit manusia yang dengan sadar atau tidak telah membuat hoki itu hidup dan dekat.

E: "Hahahaha. Iya Lak, aku hoki"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

484

Langka

Kolam Renang