Pindah

Hari ini amanahnya telah tuntas. Amanah yang sedari hidupnya terus didengungkan melalui beberapa saudara. Amanah untuk bisa berada dalam satu lubang bersama suaminya. Amanah yang menunjukkan betapa cintanya dia terhadap sosok lelaki itu.

Nenek tercinta, yang biasa dipanggil Uti, telah berpindah lokasi peristirahatan jasad. Pemindahan yang terbilang lancar dan sangat menakjubkan. Juga ada beberapa kejadian tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Hanya kuasa Allah yang berhak menjalankannya.

Syukur Alhamdulillah, sebagian besar saudara merestui dan datang. Mereka mendukung sepenuhnya amanah tersebut. Amanah yang ditiupkan dari telinga ke telinga. Dari hati ke hati.

Peristiwa pindah ini memberikan banyak sekali renungan. Mulai dari yang paling dekat yaitu kematian. Hingga ada suatu keajaiban dalam proses pindah ini. Keajaiban yang tidak akan pernah ditulis disini.

Lebih lanjut, seorang ustadz yang kembali memberi sinyal positif pindah ini. Dengan inderanya, ia menangkap yang orang lain tidak bisa tangkap. Luar biasa sekali pindah ini.

Cuaca pun mendukung. Cerah dan bersahabat. Pindah ini memberikan kesempatan untuk kelancaran. Tidak ada penghalang dalam prosesi pindah ini. Bahkan, emosi buruk pun tidak kelihatan. Hal yang sungguh di luar perkiraan.

Pengalaman berada dalam mobil Ambulance juga. Melihat pemandangan dari balik jendela Ambulance. Banyak yang memerhatikan, banyak yang langsung lari, banyak yang ngintip penasaran, sedikit yang acuh. Juga tentang nikmat menemaninya. Bahwa itu adalah pilihan? Tak ada jawabannya.

Menikmati proses pindah ini. Sama sekali tidak ada beban. Semua puas, lega amanah bersama tersebut telah tuntas. Selamat berpindah ya Uti. Cucumu tersayang, Ganggas Wibisono. Yang kau tahu dulu banyak cekcok dengan adiknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

484

Langka

Kolam Renang