Basasi

"Hey Bro, apa kabar? Baek?"

"Alhamdulillah baek"

Sedikit pembuka percakapan yang sering terjadi. Basa-basi agar suasana mencair. Ice breaking.

Kadang cape juga mendengar pembuka percakapan itu-itu saja. Kenapa tidak mencari basa-basi lain yang lebih seru? Yang lebih lucu? Basa-basi yang cerdas dan benar-benar mengena terhadap situasi pembicaraan. 

Atau jangan-jangan, kesehatan merupakan hal utama yang harus ditanyakan? Sampai-sampai yang ditanya kabar terus. Saya membayangkan basa-basi dengan kata yang lain, ya seperti ini:

"Woi, juara sembilan kali Liga Champions siapa?"

"Eh, muka lo berubah. Keliatannya lesu. Bokek bos?"

Wah pasti seru sekali basa-basi seperti itu. Basa-basi yang beda. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan basa-basi menanyakan kabar. Itu baik dan menunjukkan kepedulian. Tetapi, bukannya manusia cepat bosan? Saya sih begitu. Termasuk basa-basi.

Ada beberapa disana yang tidak menyukai basa-basi. Tidak menyukai hal yang "muter-muter". Sukanya yang langsung, tanpa ada belokan-belokan dari suatu tujuan percakapan. Menurut saya, mereka-mereka inilah yang kehilangan sedikit bagian dari menikmati hidup. Basa-basi adalah suatu kenikmatan. Saya tidak bisa membayangkan percakapan berlangsung pragmatis. Langsung kepada tujuan tanpa ada embel-embel menyusup. 

Atau saya memang dibesarkan di situasi yang terlalu sering basa-basi? Terlalu sering melenceng dari tujuan awal pembicaraan? Bolehkah menyalahkan situasi? Kalau sudah begini, buat apa menyalahi. Lebih enak dinikmati. Ya buat apa mengubah suatu hal yang sudah menjadi titik kesenangan. Atau bukan mengubah, menahan-nahan. Semua yang ditahan-tahan itu sungguh berat. Coba saja tahan bersin, mata lepas paling.

Tulisan ini pun ada karena basa-basi. Ada karena keinginan untuk belok-belok tadi. Tidak selalu fokus terhadap tujuan. Ada tempat untuk lepas dari tujuan awal. 

"Oke, lagu Beatles yang lo kasih tau udah gue denger. Enak!"

"HAHAHAHAHAHA!"

"Wah orang jauh ini. Anak udah berapa pak?"

"Lahlahlah, rambut kemana?"

"Jiaaaa baru dateng nih, pinggiran pastel"

Sejauh ini, saya belum tahu kriteria mana yang bisa masuk kategori basa-basi. Lima di atas, bagi saya, termasuk basa-basi. Basa-basi yang beda. Ada lho basa-basi yang cuma "HAHAHAHAHA!". Basa-basi itu mengakrabkan buat saya. Basa-basi juga mencairkan suasana. Tapi jangan salah gunakan basa-basi. Terlalu banyak juga bahaya. 

Di akhir ketikan, saya mempunyai basa-basi unik yang merupakan favorit saya:

"Duh, laper nih. Kesadaran aje sih" (diucapkan ketika ulang tahun seseorang)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

484

Langka

Kolam Renang