Me Against The World

Saya ingin menulis sekali jalan dan tidak ada editan pada tulisan kali ini. Ini bisa dibilang pengalaman tidak mengenakkan. Walaupun tidak mengenakkan sekali, tetap saja ada rasa mengganjal di hati. Saya kesal dan tidak tahu mengapa bisa begini. Apa pengaruh dosa? Apa pengaruh karma (yang kadang saya percayai kadang tidak)? Apa pengaruh kota yang saya diami merupakan kota keras? Saya tidak tahu dan biarlah saya tetap tidak tahu. Kalau saya tahu maka tulisan ini tidak akan pernah ada.

Perasaan semua orang di luar marah, kesal, tidak suka, dan terkesan memusuhi saya hinggap di siang hari. Dalam perjalanan menunggangi motor, saya tidak mengerti beberapa orang yang saya lewati begitu sinis memandang, kejam, padahal saya yakin tidak ada yang salah dengan penampilan saya yang biasa-biasa saja. Motor saya juga tidak aneh, cuma ada tempelan stiker INDONESIA-nya di bagian belakang. Tapi ini bukan hal biasa bagi saya. Me Against The World! Dunia seakan memusuhi saya. Atau justru saya memusuhi dunia?

Siang itu saya berangkat dengan perasaan biasa. Ceria, semangat dan penuh dengan ambisi. Tidak ada yang salah dan memang begitu saya. Jadi, dengan pertimbangan kecil seperti itu, saya bisa mengatakan dunia lah yang memusuhi saya. Berat rasanya mengatakan hal ini tetapi itu yang terjadi siang itu. Bagaimana tidak? Setiap lika-liku saya mendapatkan respon (itu terlalu buruk untuk saya ceritakan disini). Dunia melihat saya sebagai sesuatu yang perlu untuk direspon. 

Saya ingin mencoba berpikiran positif. Walaupun itu mengingkari realita. 

Atau memang jalanan Jakarta begitu kejamnya ya? Bohong kalau bilang jalanan Jakarta damai. Sesak dan blangsak. Makin tidak tahan saja saya terhadap kota tercinta ini. Maaf Jakarta, aku cinta kamu sungguh. Tapi caramu yang makin lama makin menyiksa. 

Sudah tidak terhitung lagi berapa umpatan kesal saya terhadap Jakarta.

Tolong, kalau ada psikolog atau konsultan tentang Jakarta, beritahu saya agar dapat memahami kota ini lebih baik. Saya tidak bisa seperti ini terus. Hidup tidak nyaman dan penuh dengan bayangan buruk. Dan saya juga tidak menyukai apabila benar-benar terjadi yang namanya: Me Against The World! Setidaknya World sebatas Jakarta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

484

Langka

Kolam Renang