Operasi

Seumur hidup, operasi adalah kata yang aneh sekaligus menakutkan bagi saya. Operasi itu menyakitkan, tapi menyembuhkan. Sungguh aneh.

Istri seorang ustadz mengalami pendarahan, dan kandungannya pun terancam gugur. Sedih sekali mendengarnya ketika ia harus dioperasi. Operasi dalam bayangan saja menakutkan, bagaimana aslinya? Perut "didedel doel", jarum suntik yang runcing menyakitkan, dan segala bau maupun wangi ruangan operasi. Saya tidak suka itu semua. 

Mendengar kabar tersebut membuat bayangan tentang masa lampau operasi kembali hadir. Walaupun sebentar namun cukup mendebarkan dan sulit dijelaskan. Ingin rasanya melewati waktu operasi dan kembali dalam keadaan normal. Operasi itu adalah sunat. Bagi saya itu operasi, walaupun kedengarannya berlebihan. Banyak sekali peralatan dokter yang serba canggih digunakan, demi mengurangi rasa sakit dan lebih cepat pelaksanaannya. Sungguh saya benci sekali semua yang berbau operasi. 
Saya beruntung menjadi laki-laki, yang dalam hidupnya mengalami ketakutan luar biasa dan rasa sakit sekali saja, yaitu saat sunat. Tidak ada operasi-operasi lain seperti perempuan, yang bisa mengalami berkali-kali saat melahirkan. Sedangkan operasi yang sifatnya menyembuhkan memang dialami siapa saja, oleh keduanya, laki-laki maupun perempuan. Operasi melahirkan hanya dialami perempuan. Begitu juga sunat, yang cuma bisa dirasakan laki-laki sakitnya.

Dari operasi pun saya mendapat pelajaran, bahwa untuk bisa lebih baik/sehat, manusia harus mengalami ujian. Operasi adalah ujian yang menyakitkan badan. Tetapi, ujian itu baik tujuannya. Saya harus bisa berlapang dada menerima bahwa yang menyakitkan justru yang membangun. Dan terkadang yang mengasyikkan justru yang merusak. Jamu itu pahit, tetapi manjur.

Lepas dari pelajaran dan menyeramkannya operasi di mata saya, mungkin operasi lah jalan terbaik untuk menyembuhkan penyakit. Jam-jam operasi yang menyeramkan itu, nyatanya sungguh baik dan berusaha bagaimanapun caranya untuk menyembuhkan pasien. Pasien bisa kesal, geram, mencak-mencak, ngamuk, sampah serapah dsb, tapi pasien harus (bukan harus tepatnya, sebaiknya) sadar, jalan tersebut merupakan jalan terbaik. Jalan menyakiti adalah jalan terbaik untuk menyembuhkan.

Saya mengharapkan teknologi semakin maju sehingga operasi tidak lagi menyeramkan dan menyakitkan. Dan istri Ustadz itu pun bisa berkumpul bersama lagi dalam satu ruangan yang dirahmatiNya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

484

Langka

Kolam Renang