Sama


Entah dimana kaki berpijak

Terasa, namun berbeda

Kuakui, diri ini kurang ahli mainkan waktu

Matikan lampu sejenak tidur damai

Rancu jangan kau pergi

Atau biarlah kau pergi

Asal acak jangan mengikut

Aku ingin acak disini

Berapa lama menunggu satu


Kadang, hidup melenceng jauh dari sasaran. Bukan hidup, kenyataan. Fakta. Realita.

Jangan disesali. Itu tidak akan mengurangi beban.

Kembali pada tempat biasa. Biasa dicerca. Biasa dihina. Biasa santai. Biasa nyanyi.

Satu detik itu berharga. Maka kuhargai. Satu menit itu biasa. Satu jam itu menyiksa. Satu hari itu membohongi.

Lewat mana kubawa jerigen kebohongan ini?

Kanan ada jerigen kejujuran

Tengah ada batu perasaan

Kiri jarang ada hambatan. Tapi aku tak berani.


Yogya.

Kerinduan terhadapmu. Suasanamu. Auramu. Seksimu. Dahsyatmu.

Ingin semena-mena terhadap kehidupan

Mana sarinya? Mana intinya?


Jus Apel.

Nikmat namun berat

Santai namun lunglai

Sama namun kita


Sama-sama makna. Sama-sama penjara. Sama-sama rasa. Sama-sama lensa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

484

Langka

Kolam Renang