Suasananya

Ramadhan telah tiba. 

Ramadhan bulan spesial. Tidak seperti bulan-bulan lainnya, Ramadhan selalu mampu menghadirkan kembali masa lalu dengan tepat dan indah dalam satu momen. Selalu seperti itu. Kenangan-kenangan akan keindahan suasananya yang tidak akan pudar termakan waktu.

Malam ini, saya benar-benar merindukan masa-masa kecil saya. Masa kecil saat Ramadhan tentunya. Saya tidak kuasa untuk menuliskannya disini. Bermain petasan, bentengan, layangan, bola, Play Station, gundu, basket di pagi hari, shalat subuh di Masjid, Ngabuburit, bahkan jalan-jalan lumayan jauh untuk sekedar iseng (menekan bel dari rumah ke rumah lalu lari terbirit-birit begitu empunya rumah keluar). Ah saya merindukan itu semuanya. Hal yang sayangnya harus saya akui tidak akan pernah saya alami lagi. Saya beranjak dewasa.

Kadang saya sedih karena merindukan masa kecil yang begitu menyenangkannya. Bermain-main setiap harinya dengan teman yang juga senang main-main. Semuanya klop dalam satu suasana. Semuanya indah dan menyenangkan. Tetapi, seperti yang pernah saya tulis di blog ini (La Memoire), saya akan berdamai dengan kenangan masa lalu. Walaupun kenyataannya tak mudah kalau perasaan rindu begitu hebat.

Ramadhan selalu mampu membuat saya mengingat-ingat Ramadhan setahun lalu, dua tahun lalu, dan mungkin kira-kira sampai 10 tahun yang lalu ketika pertama kali saya mencoba puasa. Suasana Ramadhan yang berbeda dari bulan yang lain adalah keistimewaannya. Banyak sekali keistimewaannya yang saya tidak ingin tuliskan disini.

Saya tidak bertekad apa-apa dalam Ramadhan kali ini. Tetapi saya tidak ingin Ramadhan seburuk tahun lalu. Ramadhan tahun lalu begitu tidak memuaskan saya. Tapi saya memaafkan diri sendiri karena memang keadaan yang berat (saat itu sebulan penuh saat puasa ada kegiatan dari Universitas dan lumayan berat). Bisa tidak batal saja sudah bagus buat saya. Ramadhan kali ini harus (atau lebih tepat mustinya?) lebih baik dari tahun kemarin. Setidaknya dari kualitas ibadah.

Tulisan kali ini saya tulis karena saya merasa Ramadhan begitu spesial buat saya. Saat memasuki Ramadhan, perasaan sedikit sedih menghinggapi. Hal tersebut terjadi tiap kali Ramadhan datang. Perasaan sedikit sedih itu tidak mau saya ceritakan. Biarlah itu menjadi apa yang saya ceritakan kepadaNya. Sesal memang tapi mau apa?

Sekarang, saat menulis ini, saya mencoba memikirkan sebulan ke depan. Ramadhan kali ini saya tidak ada kesibukan, libur (walaupun saya rasa tidak benar-benar sepenuhnya). Ini berarti perbaikan harus (mustinya) saya lakukan. Saya tidak ingin melewatkan Ramadhan ini dengan penyesalan seperti tahun lalu. Sebaiknya saya mendekat dan harus terus merasa dekat denganNya dalam Ramadhan kali ini.

Saya biarkan kenangan beberapa edisi Ramadhan sebelumnya mendistorsi memori. Sedih tapi lucu juga. Ramadhan memang bulan spesial.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

484

Langka

Kolam Renang