Kekasih

Kasih, apakah merah itu benarlah membara sebagaimana kita bersaksi?

Kasihku 
Biarkanlah dunia bertanya
Bertanya
Berontak
Mengira
Biar

Kasihku 
Biarkanlah benci
Dendam 
Menguap
Biar 

Kasih
Biarkanlah rasa ini
Sesejuk kabut pagi
Sebebas hela nafas
Biar 

Kasih
Biarkanlah ragamu merindu
Senyummu menanti
Getirmu kau rasa
Biar

Kasih, biarlah. Biarlah aku mencintaimu, tanpa pedulimu. 

Ya. Biarkanlah aku mencintaimu.

Jika, Kasih, apakah dua benar-benar dua ketika satu mengungkap tanya?

Oh, kasih. Sadarkah engkau
Kita hidup dan menghidupi dunia penuh tanya
Kita sadar dan menyadari hidup yang bermakna
Kita mungkin hanya saling mencinta

Dan, kasih, apakah nyaman benarlah nyaman ketika hati sengaja? 

Kemana lagi, kasih
Kemana lagi telinga akan mendengar
Kemana lagi mata akan mencari

Kasih
Aku memang kasihmu
Memang

Namun
Hanya ketika hati terikat, hanya begitu kau sadar, kasih, cinta telah begitu kuat

Oh,
Kemana lagi ku harus mengadu
Kesungguhan rasa ini 
Kasih....

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

484

Langka

Kolam Renang