Kembali
Aku ingin menyebut diriku penguasa. Penguasa yang mampu mendorong semangat siapa saja. Penguasa yang disegani. Penguasa yang dapat diturunkan kapan saja oleh rakyatnya.
Aku ingin menyebut diriku penyair. Penyair yang menghasilkan kata-kata indah. Penyair yang menelanjangi keindahan cinta manusia. Penyair yang ditakdirkan romantis.
Aku ingin menyebut diriku ahli agama. Ahli agama yang berjuang menegakkan kepentingan ummat. Ahli agama yang menyatakan kedamaian di atas segalanya.
Aku ingin menyebut diriku ilmuwan. Ilmuwan yang bebas merdeka. Ilmuwan yang cinta mati pada kejujuran nurani.
Aku ingin menyebut diriku musafir. Musafir yang menikmati perjalanannya. Musafir yang mempunyai mata batin lebih kuat dari mata kepala.
Aku ingin menyebut diriku dokter. Dokter yang berintegritas. Dokter yang mau mengotori tangan demi bocah jalanan.
Aku ingin menyebut diriku guru. Guru yang sakti. Guru yang kokoh. Guru yang mengajari tafsir kehidupan melebihi kemampuannya.
Aku ingin menyebut diriku pilot. Pilot yang memudahkan. Pilot yang berjuang dengan doa.
Aku ingin menyebut diriku pedagang. Pedagang yang kehilangan kemampuan untuk curang. Pedagang yang rela berpeluh demi kehidupan.
Selanjutnya, Aku ingin menyebut diriku manusia. Manusia yang manusiawi. Manusia yang berkeprimanusiaan. Dan manusia yang kembali jadi manusia seutuhnya.
Komentar
Posting Komentar