AK
AK, untuk cerita sinetron yang nyata. Yang dapat dihampiri dan ditanyakan langsung tanpa buatan penulis manapun, tanpa arahan sutradara manapun. Untuk sebuah fenomena sosial yang unik dan hampir tidak mungkin dalam kehidupan desa.
AK adalah akronim dari seorang remaja perempuan berusia SMP. Ia fenomenal, mengharukan dan penuh dengan perjuangan. Mengingatnya adalah mengingat kehidupan yang kejam, tidak adil tetapi penuh dengan kesempatan. Hanya, untuk mereka yang mau dan bersedia menjalaninya.
AK adalah sebuah kemantapan aspirasi akan sekolah. Ia tidak akan berhenti sekolah sejauh apapun jarak dan sesulit apapun akses menuju sekolah. Ia mantap dalam pilihan dan tindakan untuk bersekolah. Bahwa tiap perkataannya adalah sebuah dunia lain, dunia yang menggairahkan sekali. Dunia yang tidak pernah berhenti berharap.
Seperti dongeng, seperti kisah sedih karangan lain, AK penuh dengan hinaan. Teman dan tetangga adalah mereka yang bertanggung jawab membentuk pribadinya. Ia tegar, penuh visi dan keyakinan. Tipikal, sungguh tipikal, seseorang dalam cerita-cerita klasik yang terus-menerus diuji dengan cobaan namun tetap berjalan menantang panasnya api, dalam kerasnya batu, juga dalam dinginnya malam di sebuah kehidupan.
Tidak ada yang lebih mengherankan dari kesungguhan sikap anak SMP yang rela berjalan kaki selama 1,5 jam untuk sekolah. Entah untuk pergi atau pulang, waktu selama itu adalah keajaiban. Mungkin ada yang lebih lama lagi waktunya, tapi inilah contoh dari masih adanya sisi positif dari sekolah. Masih adanya anak yang mau menahan letih, menahan kantuk dan dikejar-kejar waktu untuk menjaga impiannya.
AK adalah sosok yang menolak untuk dijadikan kambing hitam atas ketidakmampuan ekonomi keluarga.
AK adalah pribadi yang percaya pada kasih sayang Tuhan bahwa masa depannya akan jauh lebih baik, akan jauh lebih indah dari apa yang dialaminya sekarang.
AK, adalah untuk sebuah visi yang membutakan segala-galanya.
Komentar
Posting Komentar