Kapitalisme
Pramoedya Ananta Toer dengan "Anak Semua Bangsa"-nya adalah penggambaran kapitalisme yang luar biasa. Disarankan untuk dihayati, bukan sekedar dibaca sambil lalu.
Ada berbagai pemahaman yang dituliskan disana. Cinta, tentu saja utama. Kolonialisme, penjajahan, imperialisme, apapun namanya juga tertera dengan jahatnya. Adat dan budaya, Pendidikan, Masyarakat Desa, Pemerintahan, sampai gender, ada. Tapi bukan itu semua tetapi kapitalisme: sistem ekonomi-sosial terbaik yang pernah ditemukan manusia, setidaknya bagi beberapa.
Salah satu kalimat (seingatnya) yang menghentak pelan adalah "orang boleh mati asal modal tetap berjalan". Pram menggambarkan kapitalisme dengan konteks dimana perusahaan harus tetap berjalan walau masyarakat di sekitarnya terkena wabah penyakit yang mematikan. Penyakit yang telah mengakibatkan kerugian pada masyarakat, baik moril maupun materiil. Atas dasar kapitalisme, maka perusahaan di desa yang terkena wabah penyakit tersebut harus selamat. Luar biasa memang sistem kapitalisme.
Dalam "Anak Semua Bangsa", kapitalisme adalah landasan utama imperialisme-kolonialisme-penjajahan. Dengan dalih penumpukan modal, Belanda menjajah Indonesia yang memiliki sumber daya alam berlimpah. Kemudian barulah politik kultural seperti agama, kepercayaan dan tradisi mengemuka. Melalui kepentingan ekonomi-lah negara berjalan menuju negara lain yang diperkuat kepentingan lain-lain. Dasarnya tetaplah sama, keuntungan.
Kapitalisme begitu menghentak ketika dengan kaki-tangannya ia mampu menghentikan percintaan anak manusia. Minke dan istrinya yang cantik jelita dipisahkan karena banyak kepentingan politis. Percintaan yang begitu suci ternodai oleh hukum yang kaku dan menjerat. Bagian ini berisi pesan paradoks (yang amat humanis) bahwa prosedur tata-hukum dan keadilan sosial adalah maha utama bahkan ketika berhadapan dengan cinta manusia yang tiada salahnya-pun. Cinta tiada artinya dibandingkan kepentingan politik. Sungguh, humanisme kadang membingungkan.
Anak Semua Bangsa, suatu bacaan yang kuat dalam menggambarkan rumitnya cinta manusia. Termasuk cinta terhadap modal-permodalan itu sendiri.
Komentar
Posting Komentar