Ideologi
Perdebatan kiri-kanan memang tidak pernah ada habisnya untuk dibahas. Selalu ada tafsiran baru yang menarik dan unik dari konteks wilayah dimana ideologi tersebut diperjuangkan. Tapi, apa betul?
Masihkah ada ideologi dalam percaturan politik-ekonomi-sosial dunia?
Pertanyaan polos namun menerobos.
Kanan dengan paham konservatisnya yang menganggap perlunya stratifikasi sosial untuk bangunan masyarakat adalah penjelasan yang naif. Kiri dengan paham revolusionernya dengan anggapan bahwa kanan terlalu bias kapitalisme, yang jelas-jelas menjadi musuh utama masyarakat dunia, juga merupakan penjelasan yang utopis. Dari dua hal tersebut, sudah tercipta diskursus yang tiada henti-hentinya. Diskursus, yang dipermainkan para elit untuk mengelabui massa secara luas.
Gramscian sekali. Bukan, diskursus yang digunakan agar masyarakat mau dan mampu menjalankan peran dan fungsinya dalam sistem sosial yang dinamis.
Parsonian betul rupanya.
Bukankah begitu bekerjanya diskursus? Hampir-hampir, celah-celah tersebut yang kosong dan hampa telah terisi sepenuhnya oleh ideologi. Hampir-hampir, setiap komentar merupakan gambaran bagaimana ideologi bekerja dalam alam pikiran masyarakat.
Ideology, is embedded in every social act. Embedded.
Ideology, is embedded in every social act. Embedded.
Komentar
Posting Komentar