Dalam Hati Sang Singa
"Kita tidak pernah tahu bagaimana kedalaman hati seseorang"
Menjadi kuat, bijaksana, dianut dan atribut dahsyat lainnya tidak selamanya menenangkan. Tanyakanlah pada sang singa yang hanya berhenti setelah kenyang: Ia tidak tahu kemana untuk memberi tahu dunia bahwa dirinya butuh sandaran. Bukan sekedar keganasan yang terlihat sepintas lalu.
Saya terkadang bingung dengan tokoh kelas dunia. Mereka begitu menginspirasi, begitu memotivasi dengan kebaikan-kebaikannya. Dengan kebersihan hatinya.
Tapi saya tidak berhenti disitu.
Saya ingin tahu mereka yang lain; mereka yang sedih, mereka yang lemah, mereka yang galau. Jika saya dengan segala cara mampu tahu bagaimana sedihnya mereka, pahitnya mereka, sakitnya mereka, saya akan lakukan. Saya ingin tahu dan merasakan manusia hebat yang menangis tersedu-sedu di tengah kegagahannya. Yang terpojokkan begitu parahnya di saat masyarakat membanggakannya. Yang ingin mati di tengah keramaian.
Saya tidak mengerti bagaimana rasanya menjadi manusia hebat. Tapi saya ingin kesana. Semua juga ingin kesana. Dan tulisan ini, merupakan kegalauan awal saya akan kondisi tersebut. Kuat tapi lemah. Hamba.
Sungguh Ya Allah,
Hanya engkau-lah Dzat Yang Tidak butuh sandaran...
Komentar
Posting Komentar